Ekonom: Ada Lepas Kait Kondisi Makro dan Dinamika Mikro

    Angga Bratadharma - 26 November 2019 16:09 WIB
    Ekonom: Ada Lepas Kait Kondisi Makro dan Dinamika Mikro
    Ilustrasi. Foto : AFP.
    Jakarta: Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Adrian Panggabean menilai ada lepas kait antara angka indikator makroekonomi dengan mikroekonomi di kondisi sekarang ini. Permasalahan domestik harus segera dibenahi agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih maksimal dan memberikan imbal hasil positif bagi masyarakat.

    "Ada masalah domestik. Kita lihat performa IHSG. Ketika semua pasar modal di dunia naik tapi kecuali Indonesia, Tiongkok, dan Argentina. Kenapa itu terjadi. Saya melihatnya itu sebagai cerminan adanya lepas kait antara angka makroekonomi dengan dinamika mikro," tuturnya, dalam sebuah diskusi, di Financial Club Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa, 26 November 2019.

    Menurutnya apa yang terlihat di angka mikroekonomi tidak terlihat di angka makroekonomi. Dalam konteks ini, ia menilai, pemerintah perlu menyelesaikan sejumlah persoalan yang terutama berkaitan dengan hal-hal detail. Bahkan, lanjutnya, persoalan mobilisasi penggunaan anggaran harus lebih dioptimalkan sekarang ini dan di masa mendatang.

    Kesemuanya itu, menurutnya, bisa memberikan efek terhadap keterkaitan antara makroekonomi dengan mikroekonomi. Terlepas dari itu, Adrian menegaskan, para pelaku pasar harus tetap optimistis dengan perekonomian Indonesia. Sedangkan dari sisi  pemerintah, masih kata Adrian, diharapkan pemerintah mengeluarkan kebijakan yang benar-benar tepat guna.

    "Jadi sekarang tergantung kebijakan ekonomi pemerintah apakah bisa mengubah dari tren ke bawah sekarang ini jadi tren naik. Itu isu kebijakan saya rasa dan bukan lagi isu momentum. Ini fakta yang ada di dalam negeri. Apakah harus sembunyikan ini? Jangan. Jadi hanya kebijakan ekonomi yang bisa menaikkan konsumsi di Indonesia," ucapnya.

    Sementara itu, pemerintah menyiapkan strategi dan langkah prioritas untuk menghadapi tantangan ekonomi tahun depan, baik dari sisi internal maupun eksternal. Pertama, pemerintah akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui transformasi struktural untuk memperkuat permintaan domestik dan kinerja perdagangan internasional.
     
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan strategi kedua yaitu menjaga stabilitas ekonomi makro dengan menjaga harga domestik dan nilai tukar pada tingkat yang stabil dan kompetitif. Ketiga, meningkatkan inklusivitas dan ekonomi yang berkelanjutan.
     
    "Peningkatan daya saing juga menjadi satu hal yang menjadi fokus perhatian. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan pun diperlukan untuk bisa keluar dari garis kemiskinan dan mendorong pembangunan manusia," kata Airlangga.

    Airlangga meyakini dengan menerapkan strategi-strategi tersebut, ekonomi Indonesia diharapkan dapat tumbuh antara 5,3-5,6 persen di 2020. Angka tersebut terutama didukung oleh investasi yang diperkirakan akan meningkat sebesar tujuh sampai 7,4 persen dan ekspor yang juga naik di angka 5,5 sampai tujuh persen.
     
    Dari sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan didukung oleh sektor industri yang akan meningkat antara lima hingga 5,5 persen. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan turun menjadi 4,8 sampai dengan lima persen, disertai penurunan tingkat kemiskinan di kisaran 8,5 sampai sembilan persen.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id