Ekonomi Membaik, Sri Mulyani Bakal Tarik Dana Asing Masuk RI

    Eko Nordiansyah - 28 Oktober 2020 15:56 WIB
    Ekonomi Membaik, Sri Mulyani Bakal Tarik Dana Asing Masuk RI
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok AFP
    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan aktivitas perekonomian pada kuartal III 2020 menunjukkan adanya pemulihan. Hal itu terjadi setelah ekonomi mengalami tekanan yang sangat berat pada kuartal II tahun ini akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di seluruh dunia.

    Jika pemerintah terus menjaga momentum pemulihan ini, maka Indonesia akan menjadi negara emerging market yang memiliki reputasi cukup baik. Dengan begitu, modal asing akan mengalir deras ke dalam negeri.

    “Indonesia diharapkan akan menjadi negara yang terdepan untuk bisa mendapatkan capital inflow. Karena kita selain tadi, stabilitas sistem keuangan terjadi, kemudian kita lihat pemulihan ekonomi bertahap mulai berjalan, dan covid-19 tetap bisa terkendali," katanya dilansir dari laman Kementerian Keuangan, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Menurutnya beberapa indikator perekonomian nasional cukup baik secara internasional, sehingga akan menimbulkan confidence yang cukup besar. Selain itu, pemerintah juga melakukan sejumlah upaya reformasi selama pandemi baik di sektor pendidikan, sektor kesehatan, sektor jaminan sosial, serta perbaikan iklim usaha melalui pengesahan UU Cipta Kerja.

    “Itu berarti pondasinya diperkuat meskipun dalam covid-19. Kemudian momentumnya kita jaga, penyebaran covid kita tetap kendalikan dan kita tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. Itu semua adalah elemen-elemen untuk terus menjaga bertahap momentum pemulihan,” ungkap dia.

    Bank Indonesia (BI) sebelumnya mencatat dana-dana asing kembali membanjiri pasar keuangan domestik selama sepekan. Berdasarkan data transaksi 19-22 Oktober 2020, dana-dana dari investor asing (nonresiden) di pasar keuangan domestik mengalir (beli neto/capital inflow) sebesar Rp4,04 triliun.
     
    Mengalirnya modal asing ke pasar keuangan domestik ini ditopang oleh derasnya pembelian di pasar Surat Berharga Negara (SBN), dengan catatan inflow sebesar Rp4,98 triliun. Sementara dana asing di pasar saham justru minggat (jual neto) sebanyak Rp0,94 triliun.
     

    "Berdasarkan data setelmen selama 2020 secara year to date (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik (masih tercatat) jual neto sebesar Rp160,56 triliun," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko yang tertuang dalam perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 23 Oktober 2020.  

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id