Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN Berkomitmen Perkuat Kerja Sama Pemulihan Ekonomi

    Eko Nordiansyah - 01 April 2021 15:06 WIB
    Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN Berkomitmen Perkuat Kerja Sama Pemulihan Ekonomi
    Para menteri keuangan dan gubernur bank-bank sentral ASEAN sepakat untuk memperkuat kerja sama pemulihan ekonomi. Foto: AFP



    Jakarta: Para menteri keuangan dan gubernur bank-bank sentral ASEAN sepakat untuk memperkuat kerja sama pemulihan ekonomi. Dampak pandemi tidak hanya memberikan tantangan tetapi juga bisa menjadi momentum perbaikan fundamental bagi setiap negara anggota di ASEAN.

    Hal ini disepakati dalam pertemuan ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors’ Meeting (AFMGM) yang berlangsung secara virtual pada 25 hingga 30 Maret 2021 lalu. Pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral ini mengusung tema We Care, We Prepare, We Prosper.






    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pandemi covid-19 adalah kejadian luar biasa dan merupakan bencana bersama. Oleh karena itu, ia mendorong pemimpin di kawasan ASEAN untuk terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan sejumlah lembaga internasional dalam memitigasi risiko dan menangani dampak pandemi.

    "Kami mendorong kerja sama untuk menangani pandemi dengan fokus pada percepatan distribusi vaksin kepada seluruh lapisan masyarakat, perlindungan ekonomi masyarakat menengah ke bawah dan UMKM, serta penyediaan layanan kesehatan yang selalu memadai," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 1 April 2021.

    Tak hanya itu, Sri Mulyani juga menyampaikan pentingnya kawasan ASEAN untuk tetap waspada akan spillover effect dari negara-negara maju. Apalagi mengingat negara-negara ASEAN saat ini masih dalam fase pemulihan ekonomi secara bertahap akibat dampak pandemi.

    "Pandemi covid-19 perlu dijadikan sebagai pemicu untuk memperkuat dan memperdalam reformasi struktural guna menghadapi tantangan global. Untuk itu, Indonesia telah menerbitkan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja dan pembentukan Indonesia Investment Authority (INA) untuk menarik lebih banyak investasi berbasis ekuitas (equity investments) serta untuk mendukung dan memulihkan iklim usaha dan investasi," jelas dia.

    Dalam pertemuan AFMGM ini, negara-negara di kawasan ASEAN memandang bahwa pandemi covid-19 masih menjadi tantangan yang besar, namun mulai menunjukkan sinyal pemulihan yang cukup kuat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan perekonomian ASEAN yang terkontraksi sebesar 3,4 persen di 2020, namun diprediksi mengalami perbaikan yang cukup signifikan di tahun ini dengan pertumbuhan sebesar 4,9 persen.

    "Sementara itu, pada tahun 2020 kinerja perekonomian Indonesia cukup terjaga dengan kontraksi sebesar 2,1 persen yang didukung dengan implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta terjaganya koordinasi kebijakan fiskal dan moneter," pungkasnya.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id