comscore

Dihantui Tantangan 2022, Optimisme Pemulihan Ekonomi RI Tak Surut

Eko Nordiansyah - 30 Januari 2022 14:20 WIB
Dihantui Tantangan 2022, Optimisme Pemulihan Ekonomi RI Tak Surut
Ilustrasi pemulihan ekonomi di ibu kota Jakarta - - Foto: dok MI
Jakarta: Perkembangan covid-19 hingga dinamika global masih akan menghantui perekonomian Indonesia tahun ini. Meski begitu, hal tersebut tidak menyurutkan optimisme pemulihan ekonomi Indonesia, yang tetap akan melanjutkan tren positif.
 
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah yakni melesatnya kasus varian Omicron. Namun, upaya penanganan varian baru virus korona ini diharapkan tidak mengganggu agenda pemulihan ekonomi.
 
"Di 2022 ekonomi dan perdagangan dunia masih diproyeksikan untuk tumbuh positif walaupun tantangan munculnya varian baru seperti Omicron. Namun kita melihat beberapa penanganan yang dilakukan pemerintah," katanya dalam Media Group Network (MGN) Summit 2022, dikutip Minggu, 30 Januari 2022.
 
Airlangga menjelaskan percepatan vaksinasi merupakan langkah tercepat bagi pemerintah dalam mengendalikan penyebaran Omicron. Hingga 26 Januari 2022, sudah lebih dari 300 juta masyarakat telah menerima vaksin covid-19.
"Pada kuartal IV-2021 diharapkan ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 4,7 persen sampai lima persen sehingga secara keseluruhan 2021 tumbuh sebesar 3,7 persen hingga empat persen. Sedangkan di 2022 ini dengan penanganan covid-19 yang tetap landai, kita berharap bahwa pertumbuhan secara year on year di 2022 bisa mencapai 5,2 persen," ungkapnya.
 
Kinerja positif perekonomian juga ditunjukan dengan pertumbuhan ekspor yang signifikan. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan ekspor Indonesia mencapai USD231,54 miliar sepanjang 2021. Realisasi ekspor ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah karena melampaui capaian di 2011 sebesar USD203 miliar.
 
Bahkan Lutfi mengungkapkan perbedaan ekspor pada 2011 dengan 2021 terdapat pada jenis barang-barang yang dijual. Pada 2021, empat dari lima produk yang banyak diekspor oleh Indonesia merupakan barang-barang industri tidak seperti pada 2011 lalu yang masih didominasi oleh produk barang mentah dan barang setengah jadi.
 
"Top 5 ekspor kita ini adalah barang-barang industri. Sedangkan kalau kita lihat di 2011, empat dari lima barang yang kita jual itu adalah produk barang mentah dan barang setengah jadi. Jadi evolusi ini menunjukan bahwa Indonesia sedang berevolusi dari penjual barang mentah barang setengah jadi, menjadi barang industri dan industri berteknologi tinggi," ujarnya.
 
Dari sisi investasi, Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi sepanjang 2021 mencapai Rp901,02 triliun. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengakui, tercapainya target realisasi investasi ini bukanlah hal yang mudah karena tahun lalu kondisi dunia masih dibayangi oleh pandemi covid-19.
 
"Realisasi Januari sampai Desember kita mencapai Rp901,02 triliun. Artinya kita melampaui target dari perintah Bapak Presiden kepada kami sebesar Rp900 triliun. Ini enggak gampang memang, ini jujur saya katakan enggak gampang. Kami harus membuat strategi-strategi di luar kelaziman," jelas Bahlil.

Kolaborasi bersama untuk pemulihan ekonomi
CEO Media Group Network Mohammad Mirdal Akib mengatakan, pandemi covid-19 membawa perubahan besar terhadap dunia dengan berbagai tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, termasuk menyebabkan aktivitas sosial ekonomi dalam negeri yang terganggu, bahkan berhenti sementara waktu.
 
"Pemerintah tentu tidak berdiam diri menghadapi masalah ini. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan sejumlah paket stimulus fiskal skala besar melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), total alokasi anggaran PEN dalam APBN 2021 sebesar Rp699 triliun, meningkat dibandingkan 2020 yang besarnya Rp695 triliun," ungkap dia.
 
Untuk memberikan tambahan dukungan penanganan kesehatan dan perlindungan sosial di tengah peningkatan kasus covid-19, program PEN 2021 kembali ditingkatkan menjadi Rp704 triliun. Hasilnya, tepat setahun setelah pertumbuhan negatif cukup dalam pada kuartal II-2021, hampir semua sektor di perekonomian mengalami pertumbuhan signifikan.
 
"Pemulihan ekonomi negara-negara di dunia juga memiliki kontribusi cukup besar dalam perkembangan profil ekspor Indonesia. Dengan sinergi yang strategis, saling mendukung, dan melengkapi, diharapkan pertumbuhan yang prospektif ini akan memacu akselerasi pemulihan ekonomi nasional," harapnya.
 
Melalui forum MGN Summit 2022 ini, diharapkan semua pihak bisa bersama-sama mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mengejar target pembangunan yang tertunda akibat pandemi covid-19, menyiapkan roadmap menuju masyarakat digital Indonesia 2024, serta menuju generasi emas Indonesia 2045.
 
"Selanjutnya, diskusi yang berlangsung dalam acara ini kita harapkan dapat menjadi informasi dan referensi yang berwawasan guna membantu para pelaku bisnis serta seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem dan pembangunan Indonesia, sehingga dapat mengoptimalkan berbagai keputusan bisnis memasuki 2022," pungkas Mirdal.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id