comscore

Survei: Optimisme Pemulihan Ekonomi Masyarakat RI Lebih Tinggi dari Negara ASEAN Lain

Eko Nordiansyah - 12 Januari 2022 23:18 WIB
Survei: Optimisme Pemulihan Ekonomi Masyarakat RI Lebih Tinggi dari Negara ASEAN Lain
Ilustrasi data survei opini masyarakat Indonesia - - Foto: Medcom
Jakarta: Perusahaan peneliti pasar Ipsos menyebut mobilitas masyarakat  yang kembali tinggi mendorong aktivitas bisnis dan ekonomi nasional. Berdasarkan hasil survei South East Asia (SEA) Ahead olej Ipsos, 46 persen masyarakat Indonesia merasa kondisi ekonomi nasional saat ini baik bahkan sangat baik lebih tinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya.
 
SEA Ahead merupakan rangkaian survei untuk memahami perkembangan opini dan perilaku konsumsi masyarakat di Asia Tenggara selama pandemi. Survei secara online pada 29 Oktober-8 November 2021 ini merupakan survei gelombang kelima dengan melibatkan total 3.000 responden untuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
 
Mayoritas masyarakat (79 persen) optimis ekonomi nasional akan semakin pulih dan kuat dalam enam bulan ke depan. Persentase optimisme masyarakat Indonesia adalah yang tertinggi dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, Filipina 61 persen, Vietnam 46 persen, Malaysia 43 persen, Singapura 40 persen, dan Thailand 35 persen.
 
"Selain itu, banyaknya masyarakat Indonesia yang optimis ekonomi nasional akan semakin kuat pada survei terbaru ini, meningkat cukup signifikan dibandingkan hasil survei gelombang ke-4 pada Juni 2021 (68 persen)," kata Managing Director Ipsos in Indonesia Soeprapto Tan dalam keterangan resminya, Rabu, 12 Januari 2022.
 
Selain itu, sebanyak 63 persen masyarakat Indonesia menyatakan pentingnya mendapatkan vaksinasi booster. Lebih rinci, dari total responden Indonesia, 70 persen di antaranya menyatakan sudah menerima suntikan vaksin dosis 1 dan 2, 20 persen baru mendapatkan suntikan dosis pertama, dan sisanya 10 persen belum divaksin.

Aktivitas dan perilaku belanja masyarakat
Sebagian besar masyarakat di Asia Tenggara mulai lebih percaya diri dan nyaman untuk melakukan berbagai aktivitas di luar dibandingkan pada periode survei sebelumnya. Indonesia adalah negara dengan presentase tertinggi di antara negara Asia Tenggara lain untuk melakukan aktivitas di luar rumah pada tiga bulan ke depan.
 
Melihat pada aktivitas belanja masyarakat, secara garis besar masyarakat Asia Tenggara dalam enam bulan terakhir lebih banyak melakukan aktivitas digital atau online seperti menggunakan pembayaran non-tunai (50 persen), belanja online (51 persen), dan menggunakan media sosial 48 persen. 
 
Perihal pilihan saluran belanja masyarakat Indonesia selama pandemi, 84 persen mengaku berbelanja melalui e-commerce, 51 persen berbelanja di toko seperti supermarket, toko kelontong, pasar tradisional, 35 persen belanja menggunakan aplikasi transportasi, 28 persen belanja di toko online pada media sosial.
 
Soeprapto mengatakan, pandemi mendorong penjual maupun pembeli menggunakan teknologi digital. Perlunya pembatasan interaksi dengan banyak orang, mengurangi mobilitas di tempat umum, seperti mall, tentu membuat belanja online menjadi pilihan yang paling digemari selama pandemi. 
 
"Namun, terlihat dari hasil survei terbaru Ipsos ini bahwa ternyata belanja secara offline, di toko, pasar, dan supermarket masih digemari (51 persen). Selain itu, para pedagang ritel seperti di pasar mengadopsi kebiasaan baru dalam berjualan, yaitu dengan layanan pesan-antar melalui pesan pribadi sebanyak 17 persen," ungkapnya.
 
Selain itu, laporan hasil survei SEA Ahead gelombang kelima ini menunjukkan konsumen di Asia Tenggara sudah mulai mengakses (69 persen) dan belanja produk (66 persen) melalui live streaming. Adapun platform yang biasa digunakan, yaitu media sosial (83 persen) dan e-commerce platform (64 persen).
 
Di Indonesia sendiri, ia menambahkan, sebanyak 78 persen konsumen pernah mendengar dan mengetahui alternatif belanja melalui live streaming, dan 56 persen di antaranya mengaku pernah berbelanja saat live streaming tersebut.
 
"Belanja livestreaming memberikan konsumen pengalaman interaktif berbeda dengan brand, mereka merasa terhubung langsung dengan brand, meskipun secara online. Selain itu, layanan belanja livestreaming memberikan nilai tambah pada hubungan antara brand dan konsumen," pungkas dia.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id