comscore

Investasi SBR011 dengan Kupon 5,5%, Berapa Untungnya?

Eko Nordiansyah - 28 Mei 2022 17:22 WIB
Investasi SBR011 dengan Kupon 5,5%, Berapa Untungnya?
Ilustrasi cara pembelian SBR - - Foto: dok Kemenkeu
Jakarta: Pemerintah telah meresmikan pembukaan masa penawaran Surat Berharga Negara Ritel seri SBR011 dengan Kupon sebesar 5,5 persen. SBR seri ini memiliki kupon mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) dengan suku bunga acuan adalah BI 7-Day Reverse Repo Rate.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman menyampaikan, akselerasi belanja pemerintah dilakukan untuk terus menjalankan tugas melayani masyarakat dan memperbaiki kesejahteraan. Ia menyebut, pemerintah terus berupaya memberikan manfaat yang terbaik bagi rakyat Indonesia.
"Seiring dengan semangat untuk terus menciptakan kehidupan yang lebih bermakna, mulai hari ini, Pemerintah kembali menghadirkan Surat Berharga Negara Ritel seri SBR011. SBR011 ini merupakan satu-satunya seri SUN Ritel non-tradable yang ditawarkan di tahun 2022," kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu, 28 Mei 2022.

Masyarakat yang berminat membeli SBR011 ini bisa menghubungi 28 mitra distribusi yang telah ditunjuk oleh pemerintah dengan minimal pembelian Rp1 juta dan maksimal pembelian Rp2 miliar. Obligasi Negara tanpa warkat ini tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan tidak dapat dicairkan sampai jatuh tempo pada 10 Juni 2024.

Berapa keuntungan yang didapat masyarakat jika berinvestasi di SBR011?

Dengan kupon yang ditawarkan sebesar 5,5 persen, maka investasi SBR011 sebesar Rp10 juta akan mendapatkan imbalan Rp41.250 per bulan setelah dipotong pajak SBN sebesar 10 persen. Sementara apabila investasinya mencapai Rp530 juta maka imbal hasil yang didapat adalah Rp206.250 per bulan.

Lalu dengan investasi Rp100 juta di SBR011, maka masyarakat akan mendapatkan imbalan Rp412.500 bulan. Kemudian jika uang yang diinvestasikan di SBR011 mencapai Rp1 miliar maka imbalan yang didapat Rp4.125.000 per bulan, dan jika investasi Rp2 miliar maka imbal hasilnya bisa mencapai Rp8,25 juta per bulan.

Untuk tiga bulan pertama, kupon yang didapat adalah 5,50 persen berasal dari suku bunga acuan sebesar 3,50 persen ditambah spread tetap dua persen. Nantinya, tingkat kupon berikutnya akan disesuaikan setiap tiga bulan sehingga berpeluang meningkat saat suku bunga acuan bank sentral mengalami kenaikan.

"Penyesuaian tingkat kupon didasarkan pada suku bunga acuan (BI-7DRR Rate) ditambah spread tetap 200 bps (dua persen). Tingkat kupon sebesar 5,50 persen adalah berlaku sebagai tingkat kupon minimal (floor) dan tingkat kupon minimal tidak berubah sampai dengan jatuh tempo," tulis keterangan DJPPR Kemenkeu.
(EKO)


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id