4 Racikan G20 Redam Dampak Korona

    Husen Miftahudin - 24 Maret 2020 21:15 WIB
    4 Racikan G20 Redam Dampak Korona
    Ilustrasi. AFP PHOTO/Andrew CABALLERO-REYNOLDS.
    Jakarta: Forum negara-negara G20 meracik sejumlah strategi untuk meredam dampak ekonomi imbas merebaknya virus korona atau covid-19. Ada empat aspek yang disepakati menteri keuangan, gubernur bank sentral negara-negara G20 serta lembaga dan organisasi dunia PBB, Bank Dunia, IMF, dan OECD.

    Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membeberkan hasil dari pertemuan yang digelar melalui video conference itu. Pertama, meningkatkan pencegahan dan penanganan covid-19 dari aspek kemanusiaan, khususnya aspek kesehatan.

    "Bagaimana pandemik global ini bisa kemudian diatasi dengan joint action agar aspek-aspek kemanusiaan khususnya kesehatan diatasi secara baik," ujar Perry dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020.

    Dalam hal ini, negara-negara G20 sepakat untuk melakukan langkah-langkah protokol dalam mencegah wabah maupun penyebarannya. Termasuk melakukan langkah bersama untuk mengatasi aspek kesehatan, sharing pengalaman, maupun kerja sama dalam penyediaan medical supply, obat-obatan, dan yang lainnya.

    Racikan kedua terkait dengan koordinasi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor keuangan yang dilakukan secara bersama dalam tataran global sesuai kewenangan masing-masing negara. Seluruh negara diminta untuk menyediakan stimulus fiskal yang besar dalam meredam dampak covid-19 dari aspek ekonomi, khususnya kepada masyarakat, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), maupun dunia usaha.

    "Bagaimana beban usaha itu bisa diatasi, demikian juga UMKM, perusahaan dengan stimulus fiskal sesuai dengan ketentuan masing-masing negara," ungkap Perry.

    Bank sentral juga diminta untuk mengatasi dampak covid-19 dari kepanikan pasar keuangan global. Tidak hanya menurunkan suku bunga acuan, bank sentral juga harus mampu menambah likuiditas di pasar keuangan dan perbankan.

    "Bagaimana bank sentral mengurangi beban bagi perbankan maupun sektor keuangan dalam pembiayaan ekonomi, khususnya bagi korporasi, UMKM, masyarakat, termasuk koordinasi dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) masing-masing negara," urai dia.

    Ketiga, meningkatkan peran embaga internasional (IMF dan Bank Dunia) untuk meningkatkan pendanaan dalam upaya mengatasi ketetatan likuidtas USD secara global. IMF telah berencana untuk meningkatkan alokasi aset cadangan mata uang asing pelengkap atau special drawing rights (SDR).

    "Demikian juga menyediakan swap line kepada seluruh negara tanpa persayratan apapun karena permasalahan keketatan dolar secara global. Bank Dunia juga meningkatkan pendanaan kepada negara-negara khususnya negara emerging dan berkembang untuk mengatasi berbagai program, baik kesehatan maupun juga untuk UMKM dan masyarakat luas," ucap Perry.

    Racikan terakhir ialah joint collective action untuk mengatasi dampak covid-19. Ini merupakan langkah bersama secara global dari masing-masing aspek kemanusiaan khususnya kesehatan, koordinasi kebijakan, dan peran lembaga internasional.

    "G20 semalam juga akan menjadwalkan minggu depan untuk bertemu kembali melalui video conference agar langkah-langkah secara global baik dari aspek kesehatan, koordinasi kebijakan, fiskal, moneter, sektor keuangan. Kemudian dari langkah-langkah lembaga internasional maupun langkah-langkah lain itu dilakukan sebagai joint collective action from global untuk mengatasi ini," tutup Perry.
     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id