Belanja Pemerintah di Kuartal Akhir tak Bergairah

    Suci Sedya Utami - 06 Februari 2020 00:59 WIB
    Belanja Pemerintah di Kuartal Akhir tak Bergairah
    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto - - Foto: Medcom.id/ Ilham Wibowo
    Jakarta: Konsumsi pemerintah menjadi sorotan karena pertumbuhannya hanya 0,48 persen di kuartal IV 2019. Padahal biasanya penyerapan belanja pemerintah di akhir tahun menjadi yang paling tinggi di masa-masa sebelumnya.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi pemerintah mengalami penurunan dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 0,98 persen maupun periode yang sama pada 2017 dan 2018 dengan masing-masing mencapai 3,79 persen dan 4,56 persen.

    "Perlambatannya memang agak curam," kata Kepala BPS Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Februari 2020.

    Suhariyanto mengatakan terjadi penurunan pada belanja barang dan jasa serta subsidi. Sementara belanja bantuan sosial (bansos) mengalami peningkatan terutama didorong oleh pertumbuhan belanja jaminan sosial dan pemberdayaan sosial. Selain itu serapan transfer daerah dan dana desa mengalami peningkatan.

    Di kuartal IV serapan belanja pemerintah pusat sebesar Rp704,15 triliun. Data Kementerian Keuangan terkait laporan sementara pelaksanaan APBN 2019 menunjukkan belanja pemerintah pusat sepanjang tahun lalu sebesar Rp1.498,9 triliun atau 91,7 persen dari pagu Rp1.634,3 triliun.

    Serapan belanja pemerintah pusat di 2019 tumbuh tiga persen. Namun jika dibandingkan dengan 2018, serapan belanja tersebut mengalami perlambatan lantaran tahun sebelumnya tumbuh 15 persen. Dari segi nilai, belanja pemerintah pusat di 2018 lebih kecil yakni sebesar Rp1.455,3 triliun, tetapi  serapannya mencapai 100,1 persen dari pagu di APBN 2018 atau sebesar Rp1.454,5 triliun.

    Sementara itu, serapan transfer daerah dan dana desa di 2018 sebesar Rp811,3 triliun atau 98,1 persen dari pagu Rp826,8 triliun. Serapan ini tumbuh 7,1 persen dibanding pertumbuhan serapan di 2018 yang sebesar 2,1 persen. Secara nominal serapan transfer daerah dan dana desa di 2018 sebesar Rp757,8 triliun atau 98,9 persen dari pagu Rp766,2 triliun.

    Adapun belanja negara sepanjang 2019 realisasinya sebesar Rp2.310,2 triliun atau 93,9 persen dari pagu Rp2.461,1 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 4,4 persen, atau lebih rendah dibandingkan pertumbuhan serapan di 2018 yang sebesar 10,3 persen. Pada 2018 belanja negara terserap Rp2.213,1 triliun atau 99,7 persen dari pagu Rp2.220 triliun.

    Berdasarkan jenisnya, belanja barang di 2019 terserap sebesar Rp333,5 triliun, lebih rendah dibanding 2018 yang sebesar Rp347,2 triliun. Sementara belanja bantuan sosial terserap Rp133,1 triliun, lebih tinggi dari 2018 Rp84,3 triliun.

    Karena itu, Suhariyanto menyarankan distribusi serapan anggaran setiap kuartal harus diperhatikan agar lebih merata. "Ke depan kita harus lebih memperhatikan pencairan anggaran agar terdistribusi merata antarkuartal," jelas dia.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id