comscore

Wapres: Ekonomi dan Keuangan Syariah RI Terus Berkembang Pesat

Husen Miftahudin - 16 Juli 2021 07:48 WIB
Wapres: Ekonomi dan Keuangan Syariah RI Terus Berkembang Pesat
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. FOTO: MI/Tosiani
Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan sektor ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat, bahkan di tengah kondisi pandemi covid-19. Hal tersebut tercermin dalam kenaikan peringkat ekonomi dan keuangan syariah RI yang dirilis sejumlah lembaga internasional.

"Indonesia termasuk negara yang memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, sekitar 87 persen dari penduduknya beragama Islam. Dengan potensi pasar global dan domestik yang besar, Indonesia bercita-cita menjadi pemain utama dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah," ujar Ma'ruf dalam seminar virtual KNEKS, Kamis, 15 Juli 2021.
State of the Global Islamic Economy 2020/2021, misalnya, yang melaporkan bahwa ekonomi syariah Indonesia menduduki peringkat keempat dunia. Posisi ini mengalami kenaikan dari peringkat kelima pada 2019 dan peringkat kesembilan pada 2018.

Begitu juga dengan industri keuangan syariah Indonesia yang dilaporkan oleh Islamic Finance Country Index (IFCI) 2020. Dari 42 negara yang disurvei terkait keuangan syariah, Indonesia menempati posisi kedua di bawah Malaysia.

"Capaian ini tentunya menumbuhkan semangat optimisme dan keyakinan bagi kita semua para stakeholder, investor, maupun pelaku usaha sektor ekonomi syariah untuk terus mengembangkan dan memajukan industri keuangan syariah di Indonesia," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa Indonesia akan terus memperkuat ketahanan perekonomian dan keuangan, termasuk didalamnya pasar modal dan saham syariah.

"Indonesia harus mampu menorehkan berbagai perkembangan dan kemajuan di dalam perek syariah dan keuangan syariah sesuai dengan semakin tingginya aspirasi masyarakat untuk mendapatkan instrumen keuangan yang berbasis syariah," ucap dia.

Adapun total aset keuangan syariah, tidak termasuk saham syariah, hingga Maret 2021 telah mencapai Rp1.862,7 triliun. Hal tersebut menandakan bahwa aset keuangan syariah nasional tumbuh cukup kuat, karena porsinya telah meningkat menjadi 9,96 persen dari seluruh total aset industri keuangan Indonesia.

Sementara itu, lanjutnya, aset saham syariah juga menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2021 aset saham syariah telah mencapai Rp3.372,2 triliun. Angka ini setara 47,32 persen dari total kapitalisasi indeks harga saham Indonesia.

"Meskipun demikian, kapitalisasi kalau dilihat dari aset sukuk korporasi dan reksa dana syariah masih tergolong rendah," klaim Sri Mulyani.

Per 25 Juni 2021, posisi outstanding sukuk korporasi hanya sebesar Rp32,54 triliun dengan market share sebesar 7,44 persen. Sedangkan reksa dana syariah secara nominal nominalnya hanya Rp39,75 triliun dengan market share 7,28 persen.

"Dengan basis yang masih kecil itu tentu diharapkan perkembangan bisa terus berlanjut. Untuk itu diperlukan pengembangan pasar modal syariah dengan meningkatkan kedalaman dan likuiditas sektor keuangan syariah," pungkas Sri Mulyani.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id