Pecut Pemulihan Ekonomi, BI Percepat Digitalisasi Sistem Pembayaran

    Husen Miftahudin - 22 Juli 2021 18:24 WIB
    Pecut Pemulihan Ekonomi, BI Percepat Digitalisasi Sistem Pembayaran
    Digitalisasi. Foto : MI/Arya Manggala.



    Jakarta: Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk terus mempercepat digitalisasi sistem pembayaran untuk akselerasi ekonomi keuangan digital. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional.

    "Transaksi ekonomi dan keuangan digital tumbuh tinggi seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan, dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI secara virtual, Kamis, 22 Juli 2021.

     



    Adapun nilai transaksi e-commerce pada kuartal I dan II-2021 meningkat 63,36 persen (yoy) menjadi Rp186,75 triliun, dan diproyeksikan meningkat 48,4 persen (yoy) mencapai Rp395 triliun untuk keseluruhan 2021.

    Nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada kuartal I dan II-2021 juga meningkat sebesar 41,01 persen(yoy) mencapai Rp132,03 triliun, dan diproyeksikan tumbuh 35,7 persen (yoy) mencapai Rp278 triliun untuk keseluruhan 2021.

    Demikian pula, nilai transaksi digital banking pada triwulan I dan II-2021 yang meningkat sebanyak 39,39 persen (yoy) menjadi Rp17.901,76 triliun, dan diproyeksikan meningkat 30,1 persen (yoy) mencapai Rp35.600 triliun untuk keseluruhan 2021.

    "Bank Indonesia terus mempercepat implementasi kebijakan sistem pembayaran sesuai BSPI (Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia) 2025 dalam rangka mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien," tegasnya.

    Perry mengungkapkan bahwa upaya bank sentral dalam mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien antara lain dengan meningkatkan transaksi dan perluasan merchant QR Code Indonesian Standard (QRIS), penyaluran bantuan sosial (bansos) pemerintah, dan penguatan ekosistem industri sistem pembayaran.

    "Di sisi tunai, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Juni 2021 mencapai Rp832,4 triliun, meningkat 11,74 persen (yoy)," papar dia.

    Lebih lanjut ia menekankan Bank Indonesia akan tetap memastikan ketersediaan uang rupiah. "Hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan uang masyarakat di seluruh wilayah NKRI dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," pungkasnya.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id