Stabilkan Inflasi, Sri Mulyani Beberkan Strategi 4K

    Husen Miftahudin - 01 Juni 2021 15:18 WIB
    Stabilkan Inflasi, Sri Mulyani Beberkan Strategi 4K
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Antara/Aprilio Akbar



    Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan jurus jitu pemerintah dalam menjaga laju inflasi nasional pada level yang rendah dan stabil. Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2022, asumsi laju inflasi dibidik pada kisaran 2-4 persen.

    "Strategi 4K dalam pengendalian laju inflasi nasional terus dilakukan. Ini mencakup Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif dalam rangka menjaga ekspektasi inflasi masyarakat," ucap Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR mengenai Tanggapan Pemerintah terhadap Pandangan Fraksi atas (KEM-PPKF) RAPBN 2022, dikutip Selasa, 1 Juni 2021.

     



    Dia menjelaskan, keseluruhan strategi ini tetap diletakkan dalam konteks percepatan pemulihan aktivitas ekonomi yang sedang berlangsung. Di sisi lain, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan otoritas moneter, Bank Indonesia (BI), untuk merumuskan bauran kebijakan fiskal, moneter dan sektor riil yang tepat dalam menjaga laju inflasi nasional pada level yang rendah dan stabil.

    Pemerintah juga terus berupaya melaksanakan serangkaian kebijakan sisi penawaran dan permintaan, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah untuk menjaga kestabilan inflasi sesuai dengan rentang sasaran inflasi yang ditetapkan.

    "Berbagai program untuk menjaga daya beli masyarakat juga tetap dilakukan untuk menjaga arah pemulihan konsumsi domestik sehingga tetap dapat menjadi penopang percepatan pemulihan ekonomi nasional," ungkapnya.

    Adapun sasaran inflasi dalam jangka menengah dan panjang akan dicapai melalui pengendalian laju inflasi inti, yang erat kaitannya dengan ekspektasi inflasi masyarakat. Di sisi lain, stabilitas nilai tukar rupiah diharapkan dapat terus dijaga agar bergerak sesuai dengan fundamentalnya.

    Menurut Bendahara Negara itu, nilai tukar yang stabil akan meminimalisasi risiko transmisi imported inflation terutama dari gejolak harga komoditas di tingkat global. Fluktuasi inflasi volatile food juga harus terus dikendalikan agar masyarakat tetap mendapatkan kepastian akses terhadap bahan pangan.

    "Pemerintah akan terus mengelola risiko administered price dengan melakukan kebijakan-kebijakan yang terukur guna menjaga arah pemulihan aktivitas ekonomi, khususnya konsumsi rumah tangga dan aktivitas industri," tutur mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

    Sri Mulyani juga sependapat dengan pandangan bahwa kewaspadaan harus tinggi. Oleh karena itu pemerintah akan terus memantau pengaruh fluktuasi harga minyak mentah dunia terhadap inflasi. Arah pergerakan harga minyak mentah dunia saat ini, masih cenderung meningkat dan akan memberikan dampak yang positif pada penerimaan minyak dan gas.

    Di sisi lain, sebutnya, harga yang meningkat juga dapat menjadi risiko bagi besaran subsidi energi yang akan memengaruhi postur APBN. Dinamika pandemi covid-19 dinilai akan tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi ekonomi global dan dinamika harga minyak dunia.

    Dia bilang pesatnya pengembangan dan penggunaan energi alternatif akan sangat positif untuk mendukung green recovery. Namun juga perlu diwaspadai dan diantisipasi bahwa penggunaan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan akan mempengaruhi harga minyak dalam jangka menengah.

    "Perubahan tensi geopolitik dunia juga harus terus diwaspadai ke depan. Pemerintah memandang asumsi harga minyak di 2022 dalam kisaran USD55 sampai dengan USD65 per barel mencerminkan dinamika dan ketidakpastian," pungkas Sri Mulyani.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id