Hingga Mei, Hulu Migas Sumbang Rp78,2 Triliun ke Negara

    Suci Sedya Utami - 16 Juni 2021 14:06 WIB
    Hingga Mei, Hulu Migas Sumbang Rp78,2 Triliun ke Negara
    Ilustrasi setoran penerimaan negara bukan pajak - - Foto: dok MI



    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu dan Minyak Bumi (SKK Migas) mencatat sektor hulu minyak dan gas (migas) berkontribusi ke negara sebesar USD5,5 miliar atau setara Rp78,2 triliun per Mei 2021.
     
    Setoran untuk penerimaan negara ini mencapai 76,2 persen dari target penerimaan yang ditetapkan dalam Anggaran dan Pendapatan Negara (APBN) 2021 sebesar USD7,28 miliar meskipun ekonomi belum pulih.

    Untuk menjaga penerimaan negara tetap maksimal, SKK Migas meminta operator segera meningkatkan investasi, memanfaatkan harga minyak yang naik seperti saat ini. Selain itu SKK Migas juga mengharapkan insentif hulu migas segera diberikan sehingga momentum yang baik untuk meningkatkan investasi ini dapat dimaksimalkan.

     



    "Kita bersyukur karena harga minyak saat ini semakin meningkat, saat ini sekitar USD73 per barel, dan Indonesia Crude Price (ICP) sekitar USD68 per barel. Kami berharap harga yang tinggi ini bisa mendorong KKKS meningkatkan kegiatan investasinya, antara lain dengan segera merealisasikan proyek-proyek yang sebelumnya ditinggalkan karena memiliki keekonomian pada harga USD50 atau USD60 per barel," kata Sekretaris SKK Migas Taslim Yunus dalam keterangan resmi, Rabu, 16 Juni 2021.

    Taslim berharap, peningkatan kegiatan minimal akan tercermin dalam pembahasan-pembahasan Work, Program and Budget (WP&B) yang akan segera dilakukan SKK Migas dengan KKKS pada bulan Juli hingga September 2021.

    "Pak Kepala sudah memberi arahan, kami akan segera mengirimkan surat edaran kepada KKKS agar mereka segera meningkatkan investasi pada 2022. Syukur kalau kegiatan bisa ditingkatkan mulai 2021 ini," tutur dia.

    Per Mei 2021, produksi siap jual (lifting) minyak sebesar 662.6 ribu barel per hari (bph) atau 94 persen dari target APBN, sedang lifting gas sebesar 5,379 juta standar kaki kubik (mmscfd) atau 95,4 persen dari target APBN. Dibutuhkan tambahan investasi yang cukup besar untuk mendorong investasi meningkat dan membuat lifting minimal sama dengan 2021.
     
    Adapun pandemi covid-19 yang melanda dunia sejak tahun lalu menurunkan realisasi investasi di sektor hulu migas di seluruh dunia sekitar 30 persen. Tantangan investasi hulu migas semakin meningkat karena adanya kampanye dunia untuk mengalihkan investasi ke sektor energi terbarukan. Tantangan serupa juga terjadi di Indonesia. Per Mei 2021, capaian realisasi investasi mencapai USD3,93 miliar atau sekitar 31,7 persen dari target.

    "Dengan membaiknya harga minyak, kami berharap situasi membaik karena dari sisi potensi, Indonesia masih menjanjikan. Sebagai bukti, kita masih menyaksikan temuan yang cukup menggembirakan di pemboran sumur Maha di Perairan Makassar, juga adanya temuan tambahan cadangan di Lapangan Banyu Urip yang dobel dari perkiraan sebelumnya. Semoga usaha bersama ini dapat meningkatkan kegiatan produksi di Tanah Air," pungkas Taslim.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id