Alasan BI Ubah Proyeksi Ekonomi 2021 Jadi 3,5-4,3%

    Husen Miftahudin - 23 Juli 2021 11:55 WIB
    Alasan BI Ubah Proyeksi Ekonomi 2021 Jadi 3,5-4,3%
    Ilustrasi grafik data pertumbuhan ekonomi RI - - Foto: MI/ Panca Syurkani



    Jakarta: Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 menjadi di kisaran 3,5 persen (yoy) hingga 4,3 persen (yoy), dengan titik tengah 3,9 persen (yoy). Sasaran kisaran ramalan bank sentral ini lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya pada 4,1 persen (yoy) sampai 5,1 persen (yoy).

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan alasan bank sentral kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk sepanjang tahun ini. Pertama, karena adanya pembatasan aktivitas sosial masyarakat melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021 yang akhirnya diperpanjang hingga 25 Juli 2021.

     



    "Semula kami memperkirakan bahwa PPKM-nya akan berlaku untuk satu bulan. Tapi kita juga sudah mendengarkan arahan dari Bapak Presiden (PPKM) akan tiga minggu, dan itu menjadi satu faktor untuk kemudian menjadi pertimbangan kami," ujar Perry dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI secara virtual, dikutip Jumat, 23 Juli 2021.

    Kedua, lanjut Perry, Bank Indonesia memantau berbagai indikator-indikator dini, khususnya nilai transaksi dan volume transaksi di sistem pembayaran. Baik pembayaran secara ritel melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) maupun melalui pembayaran nilai besar melalui Real Time Gross Settlement (RTGS).


    "Kami pantau perkembangan di Juni, bahkan juga Juli. Memang terjadi penurunan, tapi penurunannya itu memang tidak sebesar yang kami perkirakan sebelumnya sehingga itu menjadi pertimbangan kedua," sebut dia.

    Ketiga, Perry melihat adanya peningkatan ekspor yang lebih baik dari perkirakan bank sentral sebelumnya. Terutama juga dengan perbaikan ekonomi global seiring dengan meningkatnya harga komoditas dunia dan juga permintaan dunia.

    "Ini juga menjadi pendukung dari pertimbangan di dalam kami melihat perkiraan-perkiraan ekonomi kita untuk ke depan," paparnya.

    Perry menekankan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 di kisaran 3,5 persen (yoy) hingga 4,3 persen (yoy) dengan titik tengah 3,9 persen (yoy) lebih baik dibandingkan ramalan Bank Indonesia pada waktu pembahasan asumsi makro di Badan Anggaran (Banggar) DPR. Pada waktu itu, titik tengah ramalan bank sentral di 3,8 persen (yoy).

    Selain ketiga pertimbangan di atas, bank sentral juga melihat upaya serius pemerintah dalam menangani covid-19 lewat berbagai kebijakannya. Di sisi lain juga karena langkah vaksinasi yang lebih cepat, demikian juga adanya peningkatan kinerja ekspor karena permintaan global yang semakin membaik.

    "Demikian juga langkah-langkah lanjutan stimulus-stimulus yang dilakukan, baik dari sisi fiskal, moneter, maupun yang lain," ucap dia.

    Perry melihat ada potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari sasaran tengah 3,9 persen (yoy). Tentu hal tersebut apabila upaya vaksinasi menjadi lebih cepat, sehingga target terciptanya kekebalan komunal (herd immunity) bisa dicapai lebih cepat. Termasuk penerapan protokol kesehatan yang ketat dan perbaikan ekonomi global.


    "Demikian juga belanja fiskal dan stimulus-stimulus dari moneter maupun juga kebijakan-kebijakan paket terpadu. Kami melihat ada peluang dan potensi bahwa pertumbuhan ekonomi di 2021 akan bisa lebih tinggi dari titik tengah 3,9 persen (yoy) dalam kisaran 3,5 persen (yoy) sampai 4,3 persen (yoy)," pungkas Perry.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id