Pemerintah Terus Kebut Penyaluran PEN

    Gana Buana - 27 November 2020 10:03 WIB
    Pemerintah Terus Kebut Penyaluran PEN
    Ilustrasi. FOTO: MI/SUMARYANTO
    Jakarta: Pemerintah terus melakukan akselerasi penyaluran anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi covid-19 sampai akhir 2020. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan untuk menjadikan pertumbuhan Indonesia tidak minus, setelah pada kuartal III-2020 ekonomi minus 3,49 persen dan di kuartal II minus 5,32 persen.

    "Pemerintah berharap bisa mengoptimalkan penyerapan anggaran sampai akhir 2020," ucap Tenaga Ahli Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Agung Galih Satwiko, dikutip dari Mediaindonesia.com, Jumat, 27 November 2020.

    Hingga 11 November 2020, dana PEN terserap sebesar Rp386,01 triliun atau 55,5 persen dari pagu anggaran yang bernilai Rp695,2 triliun. Blok anggaran UMKM menjadi yang paling besar mengakselerasi pencairan yang nilainya mencapai Rp95,62 triliun atau 83,3 persen dari pagu anggaran.

    Adapun pencairan yang terendah berasal dari blok pembiayaan korporasi yang baru mencapai Rp2,001 triliun atau 3,2 persen dari pagu. Pada kesempatan ini, Galih menjelaskan, upaya pemerintah dalam melakukan refokus dan realokasi anggaran PEN pada 31 Oktober lalu.

    Dari realokasi anggaran PEN, ada dua blok anggaran yang naik cukup tinggi. Salah satunya blok Perlindungan Sosial. Galih menjelaskan sebelum 31 Oktober, anggaran Perlindungan Sosial ditetapkan Rp203,9 triliun dan setelah realokasi menjadi Rp234,33 triliun atau naik Rp30,43 triliun.

    "Ada yang naik ada yang turun, tapi total nilainya tetap sama Rp695,2 triliun. Realokasi anggaran ini sangat perlu dan sudah diusulkan ke Kementerian Keuangan dan kementerian teknis serta Satuan Tugas PEN. Terutama untuk meningkatkan efektivitas penyaluran PEN," kata Galih.

    Menurut Galih perubahan anggaran Perlindungan Sosial pada PEN tersebut juga diikuti dengan penambahan program dari sebelumnya delapan program menjadi 12 program. Dari program yang ada, perlindungan sosial dengan bentuk sembako dan Bantuan Tunai Sembako menjadi yang terbesar dengan nilai Rp47,22 triliun.

    Sementara itu, realokasi anggaran PEN juga menaikkan blok anggaran kesehatan. Nilainya naik Rp9,71 triliun dari Rp87,55 triliun menjadi Rp97,26 triliun. Seperti pada blok perlindungan sosial, realokasi anggaran pada blok kesehatan juga diikuti dengan penambahan program dari enam program menjadi sembilan program.

    Menurut Galih, salah satu anggaran kesehatan yang cukup besar berasal dari program Belanja Penanganan covid-19 Rp45,23 triliun dan Cadangan Program Vaksinasi dan Perlinsos 2021 bernilai Rp29,23 triliun.

    "Anggaran Perlindungan Sosial dan Kesehatan naik cukup signifikan, terutama karena adanya program vaksinasi. Mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa dioptimalkan," pungkas Galih.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id