Bahlil: UU Cipta Kerja Antisipasi Bonus Demografi

    Antara - 21 Oktober 2020 08:30 WIB
    Bahlil: UU Cipta Kerja Antisipasi Bonus Demografi
    Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
    Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan UU Cipta Kerja mengantisipasi bonus demografi penduduk Indonesia pada 2030. Bonus demografi itu sudah di depan mata dengan sebanyak 60 persen penduduk Indonesia adalah usia produktif.

    "Bayangkan kalau negara tidak hadir memberikan ruang bagi mereka dalam konteks regulasi," ujar Bahlil, dikutip dari Antara, Rabu, 21 Oktober 2020.

    Melalui UU Cipta Kerja, lanjut dia, akan tercipta investasi yang inklusif yang akhirnya membuka ruang penciptaan lapangan kerja. "Jadi, kalau ada yang mengatakan bahwa investasi ini hanya pro kepada pengusaha-pengusaha besar, mohon maaf boleh kita bikin ruang khusus," ucapnya.

    Bahlil mengemukakan saat ini terdapat tujuh juta orang yang mencari lapangan pekerjaan, sebanyak 2,9 tahun angkatan kerja lahir, lalu ada 3,5 juta terkena PHK karena covid-19.

    "Kalau kita total jumlah itu ditambah dari asosiasi, negara punya anak-anak bangsa yang mencari lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 15 juta. Pertanyaannya adalah, apakah bisa cukup diterima jadi PNS, TNI, Polri, atau BUMN. Saya pikir tidak cukup. Maka sektor swasta, pintu masuknya adalah bagaimana ada investasi," paparnya.

    Melalui UU Cipta Kerja, lanjutnya, juga memberikan kepastian kepada pengusaha untuk proses percepatan izin agar investasi terealisasi. Terkait dengan investasi, Bahlil menyampaikan, realisasi investasi pada 2019 mencapai Rp809 triliun atau 102,2 persen dari target realisasi investasi 2019, dengan komposisi Jawa sekitar 53 persen dan luar Jawa 47 persen.

    Ia menambahkan realisasi investasi dari Januari sampai Agustus tahun ini tercatat Rp402,67 triliun atau 49,3 persen dari target yang sebesar Rp817 triliun tahun ini. "Awalnya, kita punya target Rp886 triliun, karena covid-19 kita revisi menjadi Rp817 triliun," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id