Pesan Sri Mulyani untuk 3.231 Wisudawan STAN

    Eko Nordiansyah - 14 Oktober 2020 14:26 WIB
    Pesan Sri Mulyani untuk 3.231 Wisudawan STAN
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok AFP
    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpesan kepada 3.231 lulusan PKN STAN untuk tidak mudah berpuas diri. Pasalnya tantangan yang akan dihadapi dalam dunia kerja jauh lebih sulit.

    "Banyak orang yang IPK tinggi namun tidak sukses bekerja karena dia tidak memiliki soft skill yang baik. Banyak contoh termasuk wisudawan STAN, waktu lulus dia terbaik tapi kemudian dia tergelincir atau dia tidak sukses," katanya saat memberi sambutan dalam Wisuda Akbar PKN STAN 2020 di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Meskipun ada 70 persen dari 3.231 wisudawan mendapatkan predikat sebagai lulus dengan pujian. Namun itu tak menjamin kesuksesan saat bekerja. Untuk itu, kata Menkeu, dibutuhkan tekad untuk terus belajar, menimba ilmu, mempertajam berbagai skill atau keterampilan sehingga mampu terus memberikan yang terbaik.

    "Jangan berpuas diri meskipun mungkin ada wisudawan terbaik. Tadi disampaikan Direktur STAN, bahwa hari ini lulusan dari PKN STAN 3.231 orang, sebanyak 70 persen lulusan dengan pujian. Luar biasa. Anda semua berasal dari keluarga yang luar biasa, dididik oleh orangtua kalian luar biasa, masuk ke PKN STAN dan anda tetap bisa menjaga menjadi lulusan dengan predikat pujian," ungkapnya.

    "Namun jangan kalian jumawa, jangan arogan, tinggi hati dan sombong. Mungkin hari ini kita berada di tempat terbaik, coba kita pergi keliling dunia maka kita tahu bahwa Indonesia masih perlu kita bangun dan membutuhkan pemikiran, dedikasi, skill anda yang luar biasa untuk bisa menjadi bangsa yang maju," lanjut dia.

    Lebih lanjut, Sri Mulyani menegaskan pentingnya aparatur lulusan PKN STAN untuk memiliki wawasan kebangsaan yang berbhineka. Apalagi selama menempuh pendidikan, tak sedikit dari para wisudawan yang bertemu dan berinteraksi dengan orang yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia.

    "Jadilah pemimpin yang jujur, kuat, berbudi baik, dan adil karena kalian semua akan memimpin sebuah bangsa yang berbeda-beda agar kita saling mengenal, agar kita tidak saling berprasangka buruk, dan tidak saling menyalahkan," pungkasnya.  


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id