Studi: Program JKN Dorong Aktivitas Ekonomi

    Nia Deviyana - 25 Februari 2019 19:06 WIB
    Studi: Program JKN Dorong Aktivitas Ekonomi
    Illustrasi. MI/Angga Yuniar.
    Jakarta: Penelitian dari LPEM FEB Universitas Indonesia menunjukkan adanya pengaruh keberadaan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Studi memproyeksikan kondisi jaminan kesehatan di Indonesia dengan dan tanpa JKN.

    Disebutkan, penerapan program JKN ssjak 2014 telah mengubah sistem jaminan kesehatan di Indonesia. Terlihat bahwa pengeluaran dan peserta kesehatan dengan program JKN lebih tinggi dibandingkan pengeluaran maupun peserta jaminan kesehatan tanpa program JKN. Namun, ini bukan hal yang negatif.

    "Proyeksi jaminan kesehatan dengan JKN ini memberi indikasi positif pada proyeksi perekonomian Indonesia, memengaruhi output dan tenaga kerja sektor ekonomi lainnya, baik kesehatan maupun non kesehatan," tulis studi tersebut. 

    Diproyeksikan pada 2016-2021, program JKN bakal memberi dampak pada perekonomian melalui penciptaan output dan lapangan kerja. Dalam kurun waktu tersebut, program JKN diprediksi mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di sektor Jasa Kesehatan Pemerintah sebesar Rp52,1 triliun serta sektor industri makanan dan minuman sebesar Rp15,5 triliun. 

    Di sektor penciptaan lapangan kerja, program JKN diprediksi mampu meningkatan penyerapan tenaga kerja dari 1,45 juta orang pada 2016 menjadi 2,56 juta orang pada 2021.

    Berdasarkan kajian studi tersebut, program JKN dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia baik jangka pendek maupun panjang. Dalam jangka pendek, JKN meningkatkan ekonomi di sektor-sektor pendukung. Sementara manfaat jangka panjang, adanya peningkatan kesehatan dan angka harapan hidup masyarakat.

    "Peningkatan mutu modal manusia yang diukur melalui angka harapan hidup berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi," tambah studi tersebut. Artinya, setiap satu persen peningkatan kepesertaan masyarakat dalam JKN dapat meningkatkan PDRB per kapita sekitar Rp1 juta. 

    Peneliti studi merekomendasikan agar penerapan program JKN tidak dianggap sebagai biaya, melainkan sebagai investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, serta sebagai upaya menyukseskan Sustainable Development Goals.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id