Inflasi Kota Malang Tertinggi di Jawa Timur

    Daviq Umar Al Faruq - 02 Juni 2020 22:52 WIB
    Inflasi Kota Malang Tertinggi di Jawa Timur
    Harga tiket angkutan udara sebesar 24,98 persen memberikan andil sebesar 0,27 persen terhadap inflasi Kota Malang. Foto: dok MI/Panca Syurkani.
    Malang: Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat tingkat inflasi Malang pada Mei 2020 sebesar 0,27 persen. Ini merupakan inflasi tertinggi di wilayah Provinsi Jawa Timur (Jatim).

    Surabaya menempati posisi kedua dengan inflasi sebesar 0,21 persen, Kediri sebesar 0,19 persen, Probolinggo sebesar 0,05 persen, Sumenep dan Banyuwangi sebesar 0,02 persen, dan Madiun sebesar 0,01 persen. Sementara Jember mengalami deflasi 0,03 persen.

    Kepala BPS Kota Malang Sunaryo mengatakan inflasi di Kota Malang, salah satunya didorong dengan kenaikan pada kelompok pengeluaran transportasi sebesar 2,17 persen. Kelompok ini mengalami kenaikan tertinggi dibandingkan dengan kelompok pengeluaran lainnya.

    "Kelompok transportasi naik, memberikan andil terbesar," katanya, Selasa 2 Juni 2020.

    Sunaryo menambahkan, inflasi Malang juga didorong kenaikan pada kelompok pengeluaran perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,41 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,14 persen.

    Kemudian, kelompok pengeluaran pakaian dan alas kaki dan kelompok kesehatan juga menyumbang inflasi dengan mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,01 persen. Sedangkan, kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta rekreasi, olahraga, dan budaya, pendidikan, juga penyedia makanan dan minuman atau restoran, tidak mengalami kenaikan.

    "Dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan, yakni untuk makanan, minuman, dan tembakau turun 0,11 persen, serta perawatan pribadi, dan jasa lainnya turun 0,13 persen," kata Sunaryo.

    Pada kelompok komoditas, terjadi kenaikan pada harga tiket angkutan udara sebesar 24,98 persen, memberikan andil sebesar 0,27 persen terhadap inflasi Kota Malang. Selain itu, kenaikan juga terjadi pada harga daging ayam ras sebesar 12,62 persen. Bawang merah tercatat naik 10,51 persen. Lalu adanya kenaikan biaya berlangganan internet sebesar 0,59 persen.

    Komoditas penghambat inflasi adalah, harga telur ayam ras mengalami penurunan sebesar 15,05 persen, cabai rawit 46,58 persen, bawang putih 26,62 persen, cabai merah 18,37 persen, gula pasir 2,92 persen, emas perhiasan 0,89 persen, dan beras turun sebesar 0,12 persen.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id