Modal Asing Topang Surplus Neraca Pembayaran USD4,7 Miliar di 2019

    Suci Sedya Utami - 10 Februari 2020 22:42 WIB
    Modal Asing Topang Surplus Neraca Pembayaran USD4,7 Miliar di 2019
    Ilustrasi gedung BI. Foto: dok MI.
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) merilis neraca pembayaran Indonesia pada kuartal IV-2019, mencatatkan surplus sebesar USD4,3 miliar. Posisi ini mengalami perbaikan dibanding kuartal sebelumnya yang tercatat defisit USD46 juta.

    Surplus neraca pembayaran Indonesia ditopang utamanya oleh surplus transaksi modal dan finansial yang mengalami peningkatan, serta defisit neraca transaksi berjalan yang meskipun defisit namun tetap terkendali.

    Peningkatan surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal IV tahun lalu mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian domestik. Surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan IV-2019 tercatat sebesar USD12,4 miliar, lebih tinggi dari surplus pada triwulan sebelumnya sebesar USD7,4 miliar.

    Besarnya surplus tersebut terutama didorong oleh tingginya arus masuk investasi portofolio yang bersumber dari penerbitan obligasi global, baik pemerintah maupun korporasi. Selain itu, investasi lainnya juga mencatat surplus sejalan dengan adanya penarikan simpanan bank di luar negeri oleh pelaku usaha domestik dan bertambahnya penempatan dana nonresiden di bank dalam negeri.

    "Hal tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian domestik dan imbal hasil aset keuangan domestik yang tetap menarik," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko dalam keterangan resmi, Senin, 10 Februari 2020.

    Sementara itu defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal IV 2019 tetap terkendali, sehingga turut menopang ketahanan sektor eksternal Indonesia. Defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal IV-2019 tercatat sebesar USD8,1 miliar atau 2,84 persen dari produk domestik bruto (PDB), ditopang oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat.

    Meningkatnya surplus neraca perdagangan nonmigas terutama dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas di tengah kinerja ekspor nonmigas yang belum kuat. Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas meningkat sejalan dengan naiknya impor minyak untuk memenuhi tingginya permintaan di akhir tahun.

    Secara keseluruhan, neraca pembayaran Indonesia pada 2019 mencatat surplus USD4,7 milar, membaik dari 2018 yang defisit USD7,1 miliar. Hal ini menandakan ketahanan sektor eksternal yang tetap kuat.

    Perkembangan tersebut didorong oleh defisit neraca transaksi berjalan yang membaik serta surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat signifikan. Defisit neraca transaksi berjalan pada 2019 tercatat sebesar USD30,4 miliar atau 2,72 persen dari PDB, membaik dibandingkan dengan defisit pada tahun sebelumnya sebesar 2,94 persen dari PDB.

    Perkembangan tersebut terutama ditopang oleh neraca perdagangan barang yang mencatat surplus, berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yang mengalami defisit. Neraca perdagangan barang yang mencatat surplus dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat serta defisit neraca perdagangan migas yang menurun. Hal tersebut dipengaruhi oleh turunnya impor minyak sejalan dengan kebijakan pengendalian impor seperti program B20.

    Kinerja neraca pembayaran Indonesia yang membaik juga ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat signifikan menjadi sebesar USD36,3 miliar dari USD25,2 miliar pada 2018, ditopang oleh aliran masuk modal berjangka panjang di tengah berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan global.

    Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2019 mencapai USD129,2 miliar, meningkat dari USD124,3 miliar pada akhir September 2019. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sebesar tiga bulan impor.

    Ke depan, kinerja neraca pembayaran Indonesia diprakirakan tetap baik sehingga dapat menopang ketahanan sektor eksternal. Prospek NPI tersebut didukung defisit transaksi berjalan tahun 2020 yang diprakirakan tetap terkendali dalam kisaran 2,5-3,0 persen dari PDB. Prospek aliran masuk modal asing diperkirakan juga tetap besar didorong persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia yang tetap terjaga.

    "Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta senantiasa memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna meningkatkan ketahanan sektor eksternal, termasuk mendorong peningkatan Penanaman Modal Asing (PMA)," pungkas Onny.

     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id