Pemerintah Optimistis Angka Kemiskinan Bisa Diturunkan Seiring Pemulihan Ekonomi

    Eko Nordiansyah - 16 Februari 2021 10:09 WIB
    Pemerintah Optimistis Angka Kemiskinan Bisa Diturunkan Seiring Pemulihan Ekonomi
    Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin



    Jakarta: Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan mengaku optimistis bahwa angka kemiskinan maupun pengangguran bisa kembali diturunkan. Terlebih saat ini tren pemulihan ekonomi sudah terlihat seiring dengan upaya pengendalian pandemi covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah.

    Kepala BKF Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan, pemerintah tetap memberikan dukungan kebijakan countercyclical untuk penanganan covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tahun ini. Langkah ini dilakukan selaras dengan tren pemulihan ekonomi yang terjadi sejak akhir 2020.




    "Pemerintah optimistis namun tetap waspada bahwa pandemi dapat dikendalikan dan aktivitas sosial ekonomi terus berangsur pulih sehingga tingkat kemiskinan dan pengangguran ke depannya dapat menurun kembali," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021.

    Ia menambahkan, saat ini pemerintah melanjutkan berbagai program prioritas yang dinilai telah memberikan dampak dalam mengurangi kenaikan angka kemiskinan di September 2020. Selain itu, pengendalian pandemi covid-19 juga akan tetap menjadi perhatian pemerintah.

    "Berbagai kebijakan prioritas akan terus berlanjut pada 2021, misalnya melalui vaksinasi massal, penguatan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan memakai sabun dan 3T, testing, tracing, dan treatment, serta penguatan program PEN," ungkapnya.

    Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan jumlah penduduk miskin di Indonesia per September 2020 mencapai 27,55 juta orang atau setara 10,19 persen dari total populasi RI. Jumlah penduduk miskin ini mengalami kenaikan sebanyak 2,76 juta jiwa dibandingkan September 2019.

    "September 2019 ke September 2020, persentase penduduk miskin meningkat dari 9,22 persen menjadi 10,19 persen. Ada kenaikan 0,97 persen yang setara dengan 2,76 juta orang," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin, 15 Februari 2021.

    Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan anggaran untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun ini mencapai Rp688,33 triliun atau meningkat dari alokasi sebelumnya Rp627,9 triliun.

    "Program PEN 2021 mencapai Rp688,3 triliun yang kalau dibandingkan (realisasi) 2020 mencapai Rp579,78 triliun. Ini menunjukkan adanya kenaikan yang cukup signifikan," kata dia.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id