comscore

Sri Mulyani: 2008-2021, Penerbitan Sukuk Negara Capai Rp1.810 Triliun

Husen Miftahudin - 15 Juli 2021 16:14 WIB
Sri Mulyani: 2008-2021, Penerbitan Sukuk Negara Capai Rp1.810 Triliun
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati . Foto : Medcom.
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan dari tahun ke tahun Sukuk Negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) terus mengalami perkembangan. Sukuk Negara juga memainkan peranan penting dalam pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam pembiayaan APBN, volume dan kontribusi Sukuk Negara mengalami kenaikan, dari semula hanya Rp4,7 triliun di awal penerbitan pada 2008 menjadi Rp360 triliun pada 2020.
"Apabila kita bandingkan dengan penerbitan SBN (Surat Berharga Negara) biasa, maka sukuk negara berkontribusi sekitar 20 persen sampai 30 persen dari penerbitan SBN setiap tahunnya," ujar Sri Mulyani dalam seminar virtual Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Kamis, 15 Juli 2021.

Secara kumulatif, jelasnya, total volume penerbitan Sukuk Negara dalam jangka waktu 2008 hingga Juni 2021 telah mencapai Rp1.810,02 triliun atau  setara USD124,49 miliar. Sementara outstanding pada 1 Juli 2021 mencapai sebanyak Rp1.075,83 triliun atau setara USD73,99 miliar. Hal ini merepresentasikan 19 persen dari total outstanding SBN secara keseluruhan.

Bendahara Negara itu menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus mengembangkan pasar Sukuk Negara. Hal tersebut pun disertai dengan upaya-upaya perbaikan, seperti pengembangan produk untuk memenuhi berbagai kebutuhan investor seperti sukuk ritel.

"Kita terbitkan sukuk tabungan, sukuk global, project financing sukuk, Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), pengembangan struktur akad Sukuk Negara, serta diversifikasi dari underlying asetnya. Berbagai upaya ini diharapkan akan semakin menciptakan alternatif instrumen yang dibutuhkan oleh investor dalam negeri dan sekaligus juga memperdalam pasar keuangan terutama pasar Sukuk Negara," tuturnya.

Selain itu pemerintah juga meningkatkan infrastruktur pasar dan metode penerbitan Sukuk Negara, mulai dari lelang reguler, book building, atau juga dilakukan dalam bentuk private placement terutama untuk institutional investor.

"Ini juga dikembangkan untuk memfasilitasi kebutuhan pendanaan dan memberikan fleksibilitas penerbitan sekaligus juga untuk memberikan tempat investasi yang aman bagi para investor institusi," pungkas Sri Mulyani.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id