Menko Airlangga Pede Ekonomi RI Tumbuh 5,2% di 2022

    Husen Miftahudin - 15 September 2021 11:49 WIB
    Menko Airlangga <i>Pede</i> Ekonomi RI Tumbuh 5,2% di 2022
    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian



    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 bisa mencapai 5,2 persen. Proyeksi ini sejalan dengan ekspektasi pemulihan ekonomi global dari dampak pandemi covid-19.

    "Pencapaian pada target pertumbuhan ekonomi akan tergantung pada peran serta masyarakat dalam meningkatkan efektivitas pengendalian pandemi covid-19," ungkap Airlangga, dalam UOB Economic Outlook 2022 secara virtual, Rabu, 15 September 2021.

     



    Menurutnya, pemulihan ekonomi domestik telah terlihat sejak kuartal II-2021 dengan pertumbuhan ekonomi RI akhirnya tercatat positif 7,07 persen (yoy). Angka pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi sejak 16 tahun terakhir.

    "Pertumbuhan ekonomi Indonesia bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara sekitar termasuk seperti Vietnam yang tumbuh 6,6 persen, Korea Selatan 5,9 persen, dan Arab Saudi yang tumbuh 1,5 persen," sebut dia.

    Dari sisi suplai, semua sektor tumbuh positif dan menunjukkan perbaikan kinerja akibat membaiknya permintaan domestik dan negara mitra dagang. Sektor transportasi dan akomodasi serta sektor makanan dan minuman tumbuh masing-masing 25,1 persen dan 21,58 persen sejalan dengan mobilitas yang mulai meningkat dan terkendalinya angka positif covid-19.

    Sementara itu, sektor industri pengolahan dan perdagangan sebagai kontributor utama perekonomian nasional juga tumbuh tinggi. Pada semester I-2021 berbagai leading indicators terus menunjukkan prospek perbaikan.

    "Dampak pengetatan dan pembatasan mobilitas di bulan Juli-Agustus diperkirakan hanya bersifat sementara. Aktivitas manufaktur dan permintaan terhadap pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat) mulai meningkat kembali di bulan Agustus 2021," papar Airlangga.

    Di sisi eksternal, ekspor menunjukkan peningkatan sehingga neraca perdagangan selama 15 bulan tercatat surplus dengan cadangan devisa (per Agustus 2021) relatif tinggi sebesar USD144,8 miliar. Kondisi tersebut menunjukkan terjaganya ketahanan sektor eksternal.

    Melihat perkembangan ini serta strategi yang telah disiapkan pemerintah guna mendorong ekonomi di sisa 2021, Airlangga mengharapkan perekonomian Indonesia dapat kembali tumbuh ekspansif di kuartal IV-2021.

    "Ekonomi Indonesia diproyeksikan dapat tumbuh di kisaran 3,7 persen sampai 4,5 persen di tahun 2021 dan tumbuh 5,2 persen di tahun 2022. Proyeksi ekonomi Indonesia ini sejalan dengan ekspektasi pemulihan ekonomi global," pungkas Airlangga.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id