Pemerintah Petakan Fokus Kegiatan Keuangan Inklusif 2019

    Angga Bratadharma - 22 Januari 2019 11:18 WIB
    Pemerintah Petakan Fokus Kegiatan Keuangan Inklusif 2019
    Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Kemenko Perekonomian)
    Jakarta: Pemerintah melalui Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) telah memetakan enam fokus kegiatan inklusi keuangan di Indonesia untuk 2019. Pemetaaan itu diharapkan memberi arah yang lebih jelas terkait upaya memacu pertumbuhan ekonomi agar lebih maksimal di masa yang akan datang.

    Mengutip laman resmi Kemenko Perekonomian, di Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019, adapun enam fokus kegiatan inklusi keuangan yang dimaksudkan yakni pertama, peningkatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen. Kedua, perluasan pembukaan rekening.

    Ketiga, percepatan sertifikasi hak properti masyarakat yang dapat dijadikan Agunan.  Keempat, optimalisasi dalam layanan agen bank. Kelima, peningkatan layanan keuangan digital dan transaksi nontunai. Keenam, penguatan monitoring dan evaluasi keuangan inklusif.
     
    "Kita harus lebih dalam melihat fenomena keuangan inklusif ini. Indikatornya bukan sekadar bicara tentang berapa jumlah penduduk yang memiliki rekening di bank, tapi kita juga harus tahu seberapa aktif rekening tersebut," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

    Menurut Darmin secara fundamental Indonesia memang perlu membuat kebijakan yang bisa menarik modal asing. Kebijakan tersebut bukan hanya untuk meningkatkan Foreign Direct Investment (FDI), melainkan juga untuk menutup defisit transaksi berjalan.
     
    Darmin menerangkan ada beberapa alasan yang melatarbelakangi pentingnya dana asing masuk ke Indonesia. "Pertama, karena tabungan kita terlalu rendah dibanding investasi. Terlalu banyak bagian dari pendapatan yang tidak dikonsumsi dan tidak menjadi tabungan yang aktif. Syarat menjadi aktif adalah taruh di bank atau instrumen keuangan," paparnya.
     
    Kedua ekonomi modern memerlukan sektor keuangan untuk bisa memobilisasi dana dari masyarakat, misalnya, melalui fintech. Ketiga, masyarakat cenderung melakukan saving yang lama dalam bentuk tanah. Di sini lah pentingnya penguatan strategi nasional keuangan inklusif.
     
    Dari Desember 2017 hingga September 2018, jumlah agen Layanan Keuangan Digital (LKD) meningkat 80,4 persen menjadi 249.022 agen. Sementara jumlah agen Laku Pandai meningkat 182,2 persen menjadi 804.308 agen.
     
    Kemudian jumlah unit kartu beredar meningkat 58 persen menjadi 142 juta unit dan jumlah uang elektronik terdaftar di agen LKD meningkat 145 persen menjadi 3,5 juta unit di rentang Desember 2017 sampai dengan September 2018.
     
    Pemerintah terus mempercepat sertifikasi hak properti masyarakat yang dapat dijadikan agunan dengan menerbitkan sertipikat bidang tanah melalui kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL). Adapun capaian sertipikasi Hak Atas Tanah 2017 adalah 4.231.616, sedangkan capaian sertipikasi Hak Atas Tanah sampai dengan Desember 2018 sebanyak 9.400.000.
     
    Mengenai peningkatan kesadaran dan literasi keuangan masyarakat, Bulan Inklusi Keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia yang melibatkan 557 lembaga jasa keuangan telah menghasilkan 7,5 juta rekening baru.
     
    Program Simpanan Pelajar (SimPel) pun telah dijalankan dengan kunjungan mobil bank ke sekolah-sekolah. Program ini melibatkan 322.093 sekolah dan menghasilkan pembukaan rekening SimPel sebesar 16.280.353 (periode 2015-2018).
     
    "Untuk SimPel, saya berharap hal ini dapat dikaitkan dengan hari menabung. Misal sekali di awal bulan. Kemudian kita berikan penghargaan pada siswa-siswa yang rajin menabung. Saya yakin itu juga akan membantu untuk melahirkan rekening aktif," pungkas Darmin.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id