Kemenkeu Terbitkan Sukuk Global USD3 Miliar

    Eko Nordiansyah - 03 Juni 2021 20:30 WIB
    Kemenkeu Terbitkan Sukuk Global USD3 Miliar
    Ilustrasi hasil penerbitan sukuk global - - Foto: dok Antara



    Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan sukuk global dengan akad wakalah senilai USD3 miliar. Jumlah tersebut terdiri atas USD1,25 miliar bertenor lima tahun, USD1 miliar bertenor 10 tahun, dan USD750 juta bertenor 30 tahun.

    Mengutip keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (Ditjen PPR) Kemenkeu, Kamis, 3 Juni 2021, sukuk tersebut diterbitkan dalam format 144A/Reg S Trust Certificate dengan akad wakalah yang jatuh tempo pada 2026, 2031 dan 2051.

    Sukuk Wakalah diterbitkan pemerintah melalui Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Indonesia III. Penerbitan sukuk global kali ini akan dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan Nasdaq Dubai sedangkan untuk settlement akan dilaksanakan pada 9 Juni 2021.

     



    Transaksi ini telah diberikan peringkat Baa2 oleh Moody’s Investor Service, BBB oleh S&P Global Ratings Services dan BBB oleh Fitch Ratings.


    Initial price guidance pada transaksi ini yaitu 1,9 persen area, tiga persen area dan empat persen area untuk tenor lima, 10, dan 30 tahun namun seiring transaksi tersebut juga mendapat respons positif dari investor sejak dimulainya bookbuilding maka pemerintah menekan initial price guidance.

    Pemerintah menekan initial price guidance sebesar 40 basis poin (bps) pada tenor lima tahun dan sebesar 45 bps pada tenor 10 dan 30 tahun sehingga final price guidance berada di level 1,5 persen untuk tenor lima tahun, 2,55 persen untuk tenor 10 tahun dan 3,55 persen untuk tenor 30 tahun.

    Sukuk Wakalah diterbitkan pada harga par dengan imbal hasil (yield) dan kupon sebesar 1,5 persen untuk tenor lima tahun, 2,55 persen untuk tenor 10 tahun dan 3,55 persen untuk tenor 30 tahun dengan jumlah order book tercatat sebesar USD10,3 miliar atau sebesar 3,43 kali target pemerintah sebesar USD3 miliar.

    Tak hanya itu, pemerintah turut memperkenalkan format sukuk hijau tenor 30 tahun untuk pertama kalinya di Indonesia dan global pada transaksi kali ini sekaligus merupakan sukuk global keempat yang diterbitkan berdasarkan ROI Green Bond and Sukuk Framework.

    Secara rinci, distribusi investor untuk tenor lima tahun sebesar 34 persen investor Asia kecuali Indonesia, 33 persen investor syariah yakni Timur Tengah dan Malaysia, 16 persen investor Indonesia, 10 persen investor Eropa, dan 7 persen investor Amerika Serikat.

    Menurut jenis investor, distribusinya adalah 41 persen ke bank, 30 persen ke bank sentral/sovereign wealth funds/agency, 23 persen ke pengelola dana, empat persen ke asuransi/dana pensiun, serta dua persen ke bank swasta dan lainnya.

    Sedangkan untuk tenor 30 tahun yang merupakan sukuk hijau didistribusikan sebesar 34 persen investor Asia kecuali Indonesia), 27 persen investor Amerika Serikat, 25 persen investor Eropa, delapan persen investor syariah yakni Timur Tengah dan Malaysia serta enam persen investor Indonesia.

    Berdasarkan jenis investor, sukuk hijau didistribusikan sebesar 63 persen ke pengelola dana, 19 persen ke bank, 12 persen ke asuransi/dana pension, lima persen ke bank sentral/sovereign wealth funds/agency, dan satu persen ke bank swasta dan lainnya.

    Joint lead manager dan joint bookrunner dalam transaksi ini meliputi CIMB, Citibank, Dubai Islamic Bank, HSBC, dan Standard Chartered.

    Untuk HSBC dan Standard Chartered bertindak sebagai joint green structuring advisor sedangkan PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai co-manager untuk transaksi ini.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id