Pemerintah Respons Kebutuhan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

    Eko Nordiansyah - 02 Desember 2021 11:11 WIB
    Pemerintah Respons Kebutuhan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati . Foto : Medcom.



    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pandemi covid-19 mengubah segala proses pelayanan, termasuk pendidikan. Adanya pandemi menyebabkan kemampuan sekolah dalam menyampaikan pendidikan secara fisik mengalami kendala karena adanya pembatasan mobilitas.

    "Semua kini harus mengandalkan teknologi digital agar mereka dapat terus belajar meskipun tidak bisa hadir secara fisik di sekolah atau kelas," kata dia dilansir dari laman resmi Kemenkeu, Kamis, 2 Desember 2021.

     



    Lebih lanjut, ia menyampaikan, tidak semua warga sekolah, siswa, dan guru siap untuk berubah atau bertransformasi dengan penggunaan teknologi digital yang secara tiba-tiba tersebut. Perubahan ini membawa konsekuensi yang sangat besar bagi pencapaian pendidikan atau proses belajar anak-anak.

    Untuk itu, pemerintah segera menyikapi melalui dua hal. Pertama, pembangunan infrastruktur. Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah memastikan semua siswa tidak memiliki alasan untuk tidak dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh karena tidak memiliki konektivitas internet karena belum memiliki infrastruktur digital.

    Oleh karenanya, pemerintah mengalokasikan peningkatan anggaran untuk membangun hard infrastruktur baik berupa satelit, broadband, maupun tower sehingga dapat meningkatkan konektivitas. Sebanyak 20 ribu desa yang belum terhubung dengan 3G atau lebih untuk koneksi internet atau komunikasi akan difokuskan dalam pembangunan ini.

    Kedua, pemerintah memberikan subsidi kuota kepada, siswa, mahasiswa, guru, dan dosen dalam mendukung proses belajar mengajar tanpa mengeluarkan biaya internet. Sehingga meski infrastrukturnya tersedia, namun mereka tidak memiliki daya beli mendapatkan akses internet, maka akan menimbulkan kendala lainnya.

    "Baik pembangunan infrastruktur dan pemberian subsidi kuota harus dibarengi dengan kemampuan siswa dan guru dalam penggunaan teknologi. Kita harus memastikan baik guru maupun dosen dapat beradaptasi dalam penyampaian materi dan bagaimana dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa menggunakan teknologi digital ini," pungkas dia.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id