Investor ORI019 Didominasi Milenial

    M. Ilham Ramadhan Avisena - 22 Februari 2021 16:08 WIB
    Investor ORI019 Didominasi Milenial
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id


    Jakarta: Pemerintah menetapkan penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel seri ORI019 sebesar Rp26 triliun. Nilai itu menjadi rekor penjualan tertinggi dari sisi penjualan SBN ritel secara daring

    "Ini rekor tertinggi sampai dengan saat ini untuk yang dilakukan secara online, tradeable untuk ORI dan sukuk ritel," ujar Kepala Seksi Pendalaman Pasar dan Perluasan Basis Investor Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan Antonius Dyan dalam diskusi yang disiarkan di siaran langsung instagram DJPPR, dilansir dari MediaIndonesia.com, Senin, 22 Februari 2021.




    Antonius menjabarkan, sebanyak 48.731 investor berinvestasi di ORI019. Dari jumlah itu, sebanyak 22.268 investor atau 45,7 persen merupakan investor baru. Sedangkan bila dilihat dari golongannya, generasi milenial (usia 20-40 tahun) mendominasi jumlah investor hingga 37,5 persen.

    Itu kemudian diikuti oleh generasi X (usia 41-55 tahun) sebanyak 34 persen, generasi baby boomers (usia 54-74 tahun) sebanyak 25,3 persen, generasi tradisionalis (usia lebih dari 75 tahun) sebanyak 2,2 persen, dan generasi Z (usia di bawah 20 tahun) sebanyak satu persen.

    Sedangkan berdasarkan profesi investor, maka pegawai swasta menjadi yang paling dominan mencapai 33,8 persen dari total investor. Lalu diikuti wiraswasta 31,2 persen, ibu rumah tangga 10,1 persen, pelajar/mahasiswa 4,9 persen, PNS/TNI/Polri 4,5 persen, pensiunan 3,3 persen, pegawai otoritas/lembaga/BUMN/BUMD 2,4 persen, profesional 2,6 persen, dan lainnya 7,2 persen.

    Antonius mengatakan, pihaknya mengubah cara untuk menyosialisasikan instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah. Saat ini sosialisasi dan edukasi mengenai investasi dilakukan secara daring melalui berbagai sarana.

    Tujuannya agar masyarakat mengetahui pemerintah memiliki instrumen investasi yang aman dan menarik. Keterlibatan masyarakat untuk berinvestasi melalui SBN, kata Antonius, memberikan dua dampak, yakni pembiayaan melalui investasi dan mendorong penerimaan pajak.

    "Jadi selain ikut mendukung pembiayaan, dengan berinvestasi masyarakat ikut menambah penerimaan pajak," pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id