Pemerintah Diminta Jaga Daya Tarik Investasi Usai Korona

    Annisa ayu artanti - 14 Mei 2020 15:50 WIB
    Pemerintah Diminta Jaga Daya Tarik Investasi Usai Korona
    Ilustrasi - - Foto: Antara/ Yudhi Mahatma
    Jakarta: Pemerintah diminta menjaga daya tarik investasi agar investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) masuk ke Indonesia. Sebab, pandemi virus korona (covid-19) menekan laju pertumbuhan ekonomi nasional.

    Peneliti Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Andree Surianta mengatakan perbaikan ekonomi disaat pandemi covid-19 menjadi momok baru menggantikan perang dagang yang berlangsung sejak 2018.

    "Dampak pandemi terhadap FDI adalah hanya ada sedikit uang tunai yang tersedia untuk berinvestasi dalam usaha baru atau memperluas fasilitas yang ada karena pendapatan yang lebih rendah," kata Andree dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 14 Mei 2020.

    Ia menjelaskan dalam penelitianmengenai dampak pandemi terhadap ekonomi, United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) menyebut pandemi ini akan menekan aliran FDI. Besaran dampak virus korona terhadap FDI tersebut bergantung dari kecepatan penanganan virus itu sendiri.

    "Apakah dampaknya akan sebesar -5 persen atau -15 persen akan tergantung pada seberapa cepat wabah ini dapat berakhir," ucapnya.


    Di Indonesia, katanya, masih banyak aturan yang kompleks dan menghalangi investor asing masuk. Sebagai contoh pada tahun lalu terdapat 33 perusahaan tidak melirik Indonesia ketika pindah dari Tiongkok

    "Jika aturan yang terlalu banyak ini tidak diatasi, Indonesia akan terus mengalami kesulitan menarik investor asing," ujarnya.

    Lebih lanjut, terdapat lebih dari 15 ribu peraturan menteri di Indonesia yang perbandingannya kira-kira tujuh banding satu untuk setiap Peraturan Presiden. Sebagian besar regulasi tersebut masih berlaku, karena 95 persen dikeluarkan dalam sepuluh tahun terakhir. Selain itu, investor juga dihadapkan pada sembilan ratusan aturan tenaga kerja dan industri. Hal-hal tersebut dinilai akan menyulitkan investasi.

    "Regulasi yang rumit dan banyak sudah sering disebutkan sebagai faktor yang berkontribusi pada terhambatnya investasi di Indonesia. Investor akan dihadapkan pada peraturan di tingkat pusat dan kemudian pada peraturan di tingkat provinsi dan daerah, tergantung di mana investor berinvestasi," tuturnya.  




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id