Jangan Panik Merespons Resesi

    K. Yudha Wirakusuma - 25 September 2020 15:32 WIB
    Jangan Panik Merespons Resesi
    Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Foto: Medcom.id/Nur Ajijah.
    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah memberikan sinyal terkait resesi ekonomi yang dialami Indonesia. Sri Mulyani bahkan telah berani dan jujur dengan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional kuartal III-2020 kembali negatif.

    Namun, Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa sinyal dari Sri Mulyani soal resesi itu tak perlu direspons berlebihan, apalagi dengan kepanikan. Wakil rakyat asal Pasuruan, Jawa Timur itu berharap masyarakat tidak cemas.

    Dirinya meyakini pemerintah akan membuat kebijakan tepat sebagai solusi. Selain itu dia juga mendorong pemerintah menggencarkan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi.

    "Saya yakin pemerintahan Presiden Jokowi bisa membawa kita keluar dari situasi sulit seperti saat ini. Pemerintah juga akan terus melaksanakan program-program bantuan sosial sebagai bentuk kehadiran negara ketika rakyat sedang susah karena pandemi," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 25 September 2020.

    Dalam pengamatannya, selama ini pemerintah telah berupaya keras dalam membantu masyarakat di masa pandemi. Menurutnya, bantuan sosial dalam berbagai bentuk itu juga untuk mempertahankan konsumsi dan menjaga daya beli.

    "Pemerintah terus menjaga daya beli masyarakat. Saya lihat pemerintah juga mampu menjamin ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau di masa sulit sekarang ini," tuturnya.

    Oleh karena itu Misbakhun mengharapkan semua pihak tetap optimistis bahwa Indonesia akan mampu keluar dari situasi sulit akibat pandemi covid-19.

    "Semoga dengan berbagai upaya dan kebijakan yang tepat dari pemerintah, kita bisa keluar dari kondisi perekonomian yang sulit ini," tegasnya.

    Menkeu Sri Mulyani sebelumnya menyatakan bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 akan tumbuh negatif di kisaran minus 2,9 persen hingga minus 1,1 persen. Menurutnya, kondisi itu berpotensi berlanjut pada kuartal IV.

    "Negative territory kemungkinan akan terjadi pada kuartal III dan juga masih akan berlangsung kuartal IV, yang kita upayakan untuk bisa dekati nol atau positif," katanya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id