Neraca Dagang Surplus di Tengah Anjloknya Ekspor-Impor

    Eko Nordiansyah - 15 Juni 2020 12:24 WIB
    Neraca Dagang Surplus di Tengah Anjloknya Ekspor-Impor
    Neraca dagang Indonesia surplus di tengah anjloknya ekspor-impor. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
    Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar USD2,09 miliar pada Mei 2020. Surplus terjadi karena ekspor tercatat sebesar USD10,53 miliar sedangkan impor sebesar USD8,44 miliar.

    "Terciptanya surplus ini kurang menggembirakan karena ekspornya mengalami penurunan sebesar 28,95 persen, impornya turun jauh lebih dalam yaitu 42,2 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam video conference di Jakarta, Senin, 15 Juni 2020.

    Dibandingkan Mei tahun lalu, ekspor pada Mei 2020 dari USD14,83 miliar. Penurunan terjadi karena ekspor migas yang turun 42,64 persen menjadi hanya USD650 juta sedangkan ekspor nonmigas turun 27,81 persen menjadi USD9,88 miliar.

    Sementara dibandingkan April 2020, ekspor pada Mei 2020 turun 13,4 persen dari USD12,16 miliar. Meski ekspor migas naik sebesar 15,64 persen dari USD560 juta, namun ekspor nonmigas mengalami kontraksi sebesar 14,81 persen dari USD11,6 miliar.

    Untuk impor, capaian pada Mei 2020 sama-sama mengalami penurunan baik dibandingkan April tahun ini turun 32,65 persen maupun Mei tahun lalu turun 42,2 persen. Penurunan impor terjadi baik untuk komoditas migas maupun nonmigas.

    Impor migas Mei 2020 tercatat USD660 juta turun 23,04 persen dari USD850 juta pada April 2020 dan turun 69,87 persen dari USD2,18 milair di Mei 2019. Impor nonmigas USD7,78 miliar turun 33,36 persen dari USD11,68 miliar pada bulan sebelumnya, dan turun 37,34 persen dari USD12,42 miliar di Mei tahun lalu.

    "Ekspor kita mengalami pertumbuhan negatif, baik untuk (ekspor produk) pertanian, industri pengolahan, dan pertambangan. Impor kita turun curam, baik karena (penurunan) impor barang konsumsi, impor bahan baku, dan impor barang modal," ungkapnya.

    Secara kumulatif sejak Januari hingga Mei 2020, neraca perdagangan mengalami surplus USD4,31 miliar. Bahkan neraca perdagangan sejauh ini lebih baik jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatat defisit USD2,68 miliar.

    "Jadi kalau kita memperhatikan surplusnya menggembirakan di tengah covid, masih jauh lebih baik dibandingkan neraca perdagangan Januari-Mei 2019. Meskipun kita perlu waspadai di Mei ini terjadi penurunan baik untuk ekspor maupun untuk impor," pungkas dia.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id