comscore

Kepala BKF: Pemulihan Ekonomi Berpotensi Terus Menguat

Antara - 09 Mei 2022 20:23 WIB
Kepala BKF: Pemulihan Ekonomi Berpotensi Terus Menguat
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Jakarta: Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan pemulihan ekonomi nasional berpotensi terus menguat setelah Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat tumbuh 5,01 persen year on year pada kuartal I-2022.

"Sejumlah indikator dini (leading indicators) perekonomian terus menunjukkan tren yang menjanjikan. PMI Indonesia per April yang meningkat ke level 51,9 menunjukkan konsistensi ekspansi sektor manufaktur nasional," kata Febrio dalam keterangan resmi, dilansir Antara, Senin, 9 Mei 2022.
Keberlanjutan pemulihan ekonomi yang semakin kuat juga diperkirakan terjadi di bulan Ramadan dan Idulfitri, yang meningkatkan konsumsi masyarakat. Kapasitas produksi terpakai manufaktur juga telah mencapai 72,45 persen pada kuartal I-2022 atau mulai mendekati rata-rata kapasitas produksi di 2019 atau sebelum pandemi yang sekitar 75,36 persen.

Di tengah konflik geopolitik yang tengah terjadi, permintaan ekspor atas produk manufaktur Indonesia, khususnya produk berbasis komoditas, terus mengalami peningkatan.

"Seiring dengan tren ekspansi tersebut, pembukaan lapangan kerja baru diharapkan semakin masif dan diiringi dengan peningkatan upah pekerja. Tren ini diharapkan dapat terus berlanjut sehingga perekonomian nasional semakin kuat dan kokoh," imbuh Febrio.

Inflasi pada April 2022 yang mencapai 3,47 persen year on year juga menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

"Mobilitas yang tinggi terjadi seiring izin mudik Lebaran setelah dua tahun dilakukan pembatasan mobilitas, mendorong kenaikan tarif angkutan udara dan antarkota. Meskipun demikian, peningkatan laju inflasi ini masih terjaga di dalam rentang sasaran inflasi nasional yaitu 2-4 persen dan sejalan dengan outlook Kementerian Keuangan," katanya.

Pemerintah akan terus mengantisipasi risiko pandemi covid-19 dan peningkatan gejolak perekonomian global dengan menjadi libur Lebaran 2022 sebagai tolok ukur kesiapan Indonesia dalam bertransisi menghadapi endemi.

"Dalam mengantisipasi dinamika ke depan, APBN terus didorong sebagai shock absorber untuk tetap menjaga pemulihan ekonomi agar tetap berlanjut dan semakin menguat, menjaga penanganan kesehatan, dan melindungi daya beli masyarakat miskin dan rentan, serta menjaga agar pengelolaan fiskal lebih sehat dan berkelanjutan dalam jangka menengah," tutup Febrio.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id