BKPM Promosi Indonesia di Beijing

    Antara - 26 November 2019 15:02 WIB
    BKPM Promosi Indonesia di Beijing
    Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
    Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memanfaatkan forum skala internasional Bloomberg New Economy Forum (NEF) 2019 untuk mempromosikan investasi di Indonesia. Langkah itu dilakukan guna menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih mandiri.

    Mengutip Antara, Selasa, 26 November 2019, Bloomberg NEF 2019 digelar di Beijing Yanqi Lake International Convention & Exhibiton Center (ICE) dan dihadiri oleh lebih dari 500 pemimpin pemerintah, politik, dan bisnis terkemuka.

    Dalam acara itu, Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM Rizal Calvary Marimbo mengatakan sejumlah arah kebijakan investasi di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo periode kedua, khususnya soal pelimpahan wewenang kepada BKPM terkait proses dan penerbitan izin kementerian/lembaga.

    "Serta penentuan kelayakan investor yang mendapatkan tax holiday dan tax allowance. Diharapkan ini memberikan kepastian yang lebih besar kepada para investor sehingga realisasi investasi dapat berjalan dengan cepat ke depannya," ucapnya.

    Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan BKPM Nurul Ichwan mengemukakan pengembangan dan perbaikan kebijakan yang diusung oleh pemerintah sekarang adalah mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui peningkatan peringkat Indonesia di Ease of Doing Business (EODB) dan realisasi investasi, baik yang akan masuk maupun yang masih proses realisasi.

    "Kami mengharapkan investasi yang berkualitas dan dapat mengembangkan pola kemitraan dengan UMKM lokal. Oleh karena itu, kami fokus untuk mengawal dan mempercepat realisasi investasi besar dan membentuk Satgas untuk memfasilitasi investor yang terkendala," jelasnya.

    Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun menyebutkan sektor kendaraan listrik (electric vehicle) saat ini tengah diminati sejumlah investor Tiongkok. Salah satunya dari Nanning, dan sedang dalam penjajakan dengan beberapa perusahaan baterai EV.

    Adanya rencana investor Tiongkok dan Jepang untuk membuka industri EV/hybrid tentunya akan menarik investasi lebih banyak lagi di industri baterai, mengingat sumber daya nikel sebagai bahan utama baterai sangat melimpah di Indonesia.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id