comscore

Pemerintah Dorong Pondok Pesantren Bantu Tingkatkan Inklusi Keuangan

Eko Nordiansyah - 28 Mei 2022 14:00 WIB
Pemerintah Dorong Pondok Pesantren Bantu Tingkatkan Inklusi Keuangan
Ilustrasi. Foto: MI/Abdus Syukur.
Jakarta: Pemerintah mengintegrasikan kegiatan ekonomi dan keuangan inklusif pada ekosistem pondok pesantren melalui layanan keuangan digital dan program kemandirian ekonomi pondok pesantren. Upaya ini dilakukan untuk mencapai target inklusi keuangan di Indonesia sebesar 90 persen pada 2024.
 
Tingkat inklusi keuangan di Indonesia telah mencapai 83,6 persen pada 2021 atau meningkat 2,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah melalui Kelompok Kerja Edukasi Keuangan pada Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) mendorong berbagai inisiatif kegiatan edukasi dan literasi keuangan secara masif di berbagai kelompok masyarakat.
 
"Peningkatan inklusi keuangan, khususnya bagi santri/pondok pesantren dan UMK sekitar pondok pesantren sebagai bagian dari program inklusi keuangan," Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam keterangan tertulis, Sabtu, 28 Mei 2022.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) sebelumnya menekankan untuk memprioritaskan perluasan dan kemudahan akses layanan keuangan formal melalui layanan keuangan digital bagi seluruh lapisan masyarakat.
 
Sesuai amanat Perpres Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), Pemerintah terus mempermudah akses layanan keuangan, khususnya kelompok penerima manfaat usaha mikro kecil (UMK), petani, nelayan, dan masyarakat berpenghasilan rendah serta meningkatkan partisipasi pelajar/santri dan pemuda dalam keuangan inklusif.
 
Dengan jumlah 37 ribu pesantren dan lebih dari 4,2 juta santri di Indonesia, ia menyebut, peran pondok pesantren cukup strategis dalam meningkatkan inklusi keuangan. Terlebih terdapat sebanyak 12.469 pesantren atau hampir 40 persen dari total pesantren memiliki potensi ekonomi yang perlu dikembangkan.
 
Iskandar menjelaskan, berbagai upaya ini dilakukan guna memangkas kesenjangan antara tingkat inklusi keuangan dengan tingkat literasi keuangan. Untuk itu, pemerintah berharap agar pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya memiliki peranan penting dalam memberdayakan umat melalui ekonomi syariah.
 
"Diharapkan forum tersebut dapat menjadi motor pengembangan ekosistem yang mendorong kolaborasi dan inovasi sehingga kerja sama dengan stakeholders keuangan inklusif, baik Kementerian/Lembaga, Pemda, Perbankan, Penjaminan, maupun Organisasi Masyarakat dapat terus dipertahankan dan diperkuat," pungkas dia.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id