Ekonom Stanchart Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,5% di 2021

    Angga Bratadharma - 04 Maret 2021 09:46 WIB
    Ekonom Stanchart Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,5% di 2021
    Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR



    Jakarta: Senior Economist Standard Chartered Bank Indonesia Aldian Taloputra memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 4,5 persen di 2021. Prediksi itu sejalan dengan pemulihan ekonomi di Tanah Air yang terus digenjot oleh pemerintah di tengah program vaksinasi massal yang dilakukan untuk memerangi pandemi covid-19.

    "Kami masih percaya tahun ini adalah tahun perbaikan. Jadi kita sudah lihatnya bottom-nya di 2020. Jadi 2021 ini seharusnya membaik karena kalau dilihat dari katalis ada beberapa baik dari segi internal maupun eksternal. Jadi ekonomi Indonesia bisa tumbuh 4,5 persen di 2021," kata Aldian, dalam konferensi pers virtual, Rabu, 3 Maret 2021.

     



    Menurutnya prediksi pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan Standard Chartered berada di bawah batas target pemerintah dan Bank Indonesia yang sekitar empat persen untuk 2021. "Dan kita perkirakan pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat lagi di 2022 karena investasi akan lebih cepat lagi yakni tumbuh lima persen," tuturnya.

    Untuk inflasi, lanjutnya, diramal meningkat pada 2021 karena terjadi perbaikan baik dari sisi permintaan maupun suplai. Bahkan, kenaikan harga juga akan menyumbang inflasi lebih tinggi pada tahun ini. Namun, ia meyakini, kenaikan inflasi akan tetap terkendali dan berada di kisaran target Bank Indonesia yakni 2-4 persen.

    "Inflasi kita perkirakan 2,2 persen dan di akhir tahun naik ke 2,9 persen. Masih cukup terkendali dalam kisaran 2-4 persen Bank Indonesia," urainya.

    Sedangkan terkait suku bunga acuan, Aldian berpandangan, Bank Indonesia sudah tidak memiliki ruang untuk kembali menurunkan suku bunga acuan karena tingkat inflasi bakal meningkat di sepanjang tahun ini. "Pak Perry juga sudah bilang ruang penurunan suku bunga acuan sudah selesai," jelasnya.

    Tak hanya itu, masih kata Aldian, kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat juga turut memberikan tantangan untuk menurunkan arah suku bunga acuan. Meski demikian, tambahnya, bukan berarti bank sentral Indonesia berhenti memberikan stimulus terhadap perekonomian Tanah Air.

    "Tapi kami pikir BI akan terus melakukan injeksi likuiditas melalui pembelian surat utang negara. Untuk rupiah kami perkirakan di tahun ini di level Rp13.800 per USD. Kemudian di 2022 rupiah berada di level Rp14.030 per USD," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id