Pemerintah Diminta Waspadai Pemberian Insentif Pajak Berlebihan saat Pandemi

    Eko Nordiansyah - 17 Oktober 2020 13:43 WIB
    Pemerintah Diminta Waspadai Pemberian Insentif Pajak Berlebihan saat Pandemi
    Ilustrasi. FOTO: MI/ARYA MANGGALA
    Jakarta: Pemerintah diminta mewaspadai pemberian insentif pajak yang cukup masif untuk membantu dunia usaha di masa pandemi covid-19. Pelebaran tax expenditure ditambah perlambatan ekonomi akan membuat pertumbuhan penerimaan pajak negatif.

    Pengamat Pajak DDTC Fiscal Research Bawono Kristiaji mengatakan pemerintah selalu memiliki dua opsi untuk menggerakkan ekonomi di masa pandemi. Pertama dengan menggunakan instrumen belanja. Kedua menggunakan instrumen penerimaan yang tidak dipungut.

    "Ini yang kemarin banyak insentif-insentif di Indonesia, yang tahun ini semakin meningkat. Ini harus diwaspadai," kata dia, dalam sebuah webinar, di Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Ia menambahkan pada 2018 tax expenditure Indonesia sudah mencapai lebih dari Rp200 triliun yang diberikan melalui berbagai insentif. Sayangnya rasio perpajakan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada saat itu terbilang masih kecil.

    "Misalnya ada insentif, ada allowance, tax holiday, PPh final, dan macam-macam. Itu sebesar 1,5 persen dari PDB. Kalau kita bandingkan dengan tax ratio kita di 2018, itu sebesar 11,5 persen dari PDB. Ini ukurannya cukup signifikan jadi bisa semakin meningkat," jelas dia.

    Untuk itu, Bawono memperkirakan pertumbuhan penerimaan pajak tahun ini akan negatif. Bahkan hingga Agustus 2020, penerimaan pajak mengalami kontraksi 15,6 persen, yaitu Rp676,9 triliun atau 56,5 persen terhadap target Rp1.198,8 triliun.

    "Ini akan dibawa ke tahun-tahun berikutnya dalam konteks fiskalnya. Kita tahu bahwa pendapatan anda atau penerimaan pajak Anda menurun, tapi belanjanya besar yang terjadi debt to GDP-nya semakin besar juga, jadi utangnya semakin besar," pungkasnya.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id