comscore

Sri Mulyani Optimistis Bisa Jaga Penerimaan Negara 2022

Eko Nordiansyah - 24 Januari 2022 18:18 WIB
Sri Mulyani Optimistis Bisa Jaga Penerimaan Negara 2022
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: dok MI/Ramdani.
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku optimistis Indonesia mampu menjaga penerimaan negara di 2022. Ia mengatakan, optimisme ini didukung dengan kondisi perkembangan pemulihan ekonomi dan upaya reformasi struktural yang dilakukan oleh pemerintah.

Dalam pertemuan World Economic Forum Davos: Global Economic Outlook, Sri Mulyani mengungkapkan, penerimaan negara tahun lalu dikontribusikan oleh kuatnya permintaan yang didukung oleh pemulihan ekonomi. Meski sempat dihantam varian Delta, namun pengendalian pandemi saat ini sudah jauh lebih baik.

 



"Walaupun Indonesia sempat terhantam varian Delta, ternyata pertumbuhan di kuartal III masih berada di 3,7 persen. Jika covidnya dapat ditangani dengan baik, seluruh sektor pulih dengan kuat, saya optimistis di 2022 penerimaan negara akan tetap kuat," kata dia dilansir dari laman resmi Kemenkeu, Senin, 24 Januari 2022.

Jika pada 2021 dunia mengalami kenaikan harga komoditas yang turut mendorong penerimaan perpajakan, namun ia memprediksi tahun ini kondisinya sudah kembali normal. Meski demikian, Indonesia memiliki sektor manufaktur, sektor perdagangan, maupun teknologi informasi yang juga menunjukkan kinerja dan rebound yang kuat.

Reformasi struktural

Sri Mulyani menambahkan, reformasi struktural juga memegang peranan penting menopang pemulihan di 2022. Indonesia akan mengembangkan industri hilir agar dapat menambah nilai hasil komoditas yang ada. Dengan berbagai aturan baru, Indonesia terus meningkatkan iklim investasi, tingkat kompetitif yang lebih kuat dan lebih baik.

"Indonesia akan terus memperhatikan asesmen dan rekomendasi kebijakan yang diberikan kepada Indonesia. Itulah yang dilakukan oleh Indonesia saat ini," pungkasnya.

Tahun lalu pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.003,1 triliun atau diatas target 114,9 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar Rp1.743,6 triliun. Pendapatan negara tumbuhnya 21,6 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar di Rp1.647 triliun pada 2020.

Pendapatan negara terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp1.277,5 triliun atau 103,9 persen dari target Rp1.229,6 triliun, penerimaan bea dan cukai Rp269 triliun atau 125,1 persen dari target Rp215 triliun, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp452 triliun atau 151,6 persen dari target Rp298,2 triliun.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id