comscore

Defisit APBN 2021 di Bawah Target, Sri Mulyani: Bukan Tugas yang Mudah

Eko Nordiansyah - 19 Januari 2022 17:46 WIB
Defisit APBN 2021 di Bawah Target, Sri Mulyani: Bukan Tugas yang Mudah
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 tercatat sebesar Rp783,7 triliun atau lebih rendah dari target Rp1.006 triliun.

Jika dibandingkan dengan 2020 yang defisit Rp904 triliun, realisasi sementara defisit APBN 2021 juga turun sebesar 17,3 persen.
Ia mengungkapkan, estimasi defisit sementara anggaran adalah 4,65 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurutnya, pencapaian ini bukanlah hal yang mudah karena defisit anggaran tahun sebelumnya masih sebesar 6,14 persen dari PDB, tapi kemudian turun drastis menjadi 4,65 persen di 2021.

"Kalau Bapak dan Ibu sekalian melihat episode suatu negara-negara yang mengalami krisis, menurunkan fiskal defisit dalam waktu 12 bulan sebesar ini, itu It's not an easy task. Jadi dalam hal ini, ini juga suatu achievement yang luar biasa," kata dia dalam rapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu, 19 Januari 2022.

Sri Mulyani menjelaskan, pelaksanaan APBN 2021 mencatatkan kinerja yang positif ditopang pendapatan negara yang melebihi target, sedangkan belanja negara dilakukan secara optimal. Pembiayaan anggaran yang efisien di tahun lalu juga menjadi modal positif untuk transisi menuju konsolidasi fiskal tahun 2023.

"Pendapatan negara kita tumbuh 21,6 persen dibandingkan tahun lalu yang kontraksi 16 persen itu berarti recover dan rebound yang sangat kuat. Untuk pendapatan negara 114,9 persen dari target, dengan target awal adalah Rp1.743 triliun realisasinya mencapai Rp2.003,1 triliun," ungkapnya.

Di sisi lain, belanja negara realisasinya mencapai Rp2.786 triliun atau diatas target pada APBN yaitu sebesar Rp2.750 triliun dengan pertumbuhan 7,4 persen (year on year/yoy). Belanja negara dioptimalkan tetap tumbuh untuk penanganan covid dan pemulihan ekonomi pusat & daerah yang menjadi indikator kinerja positif dari APBN 2021.

"Keseimbangan primer kita, yang dalam hal ini realisasinya di Rp440 triliun, jauh lebih rendah dibandingkan Rp633 yang ada di dalam Undang-undang APBN. Dan kalau dibandingkan tahun lalu di LKPP yaitu Rp633 triliun, ini penurunan 30 persen atau hampir Rp192 triliun hanya dalam 12 bulan," pungkas dia.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id