DPR Restui Anggaran Kemenhub 2021 Jadi Rp45,6 Triliun

    Husen Miftahudin - 16 September 2020 10:11 WIB
    DPR Restui Anggaran Kemenhub 2021 Jadi Rp45,6 Triliun
    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. FOTO: MI/SUSANTO
    Jakarta: Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengesahkan dan menetapkan pagu Anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp45,6 triliun. Anggaran tersebut meningkat sebesar Rp4,31 triliun dari Tahun Anggaran 2020.

    Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan peningkatan anggaran tersebut ditujukan untuk pengembangan bandara hub perintis kargo. Kemudian sebagai pendukung Ibu Kota Negara, pemenuhan dukungan terhadap major project, dan dukungan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

    Adapun alokasi anggaran Kemenhub TA 2021 terbagi untuk alokasi program yaitu Dukungan Manajemen sebesar Rp9,5 triliun, infrastruktur konektivitas sebanyak Rp33,95 triliun, riset dan inovasi iptek Rp112 miliar, pendidikan dan pelatihan vokasi sebesar Rp2,09 triliun.

    Untuk belanja terdiri dari belanja modal sebesar Rp23,66 triliun, belanja pegawai Rp3,97 triliun, belanja barang mengikat Rp3,22 triliun, serta belanja barang tidak mengikat sebanyak Rp14,79 triliun.

    "Pada Tahun Anggaran 2021, Kemenhub juga menganggarkan untuk program padat karya di sektor transportasi darat, laut, udara, perkeretaapian, dan pengembangan sumber daya manusia perhubungan," ujar Budi, dalam siaran persnya dikutip Rabu, 16 September 2020.

    Adapun pendanaan dari total anggaran tersebut berasal dari berbagai sumber. Di antaranya Rupiah Murni (RM) sebesar Rp33,86 triliun, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp5,66 triliun, Badan Layanan Umum (BLU) sebanyak Rp1,53 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp3,79 triliun, serta Pinjaman Luar Negeri (PLN) sebanyak Rp807 miliar.

    Sementara itu, prioritas kegiatan yang diutamakan dalam pagu anggaran Kemenhub meliputi major project dalam RPJMN 2020-2024 seperti kegiatan prioritas nasional dalam rancangan RKP TA 2021; kegiatan multi years contract baik bersumber dari SBSN, PHLN, dan RM; kegiatan direktif Presiden dan dukungan terhadap sektor prioritas; pengembangan SDM; dukungan Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan Terluar (DTPK); Destinasi Pariwisata Prioritas; serta dukungan kawasan industri.

    Selain itu, prioritas anggaran Kemenhub untuk tahun depan juga digunakan untuk kegiatan strategis yang tertunda akibat pemotongan anggaran TA 2020; pembayaran kegiatan tunggakan; serta belanja pegawai dan belanja mengikat.

    "Anggaran Kemenhub untuk 2021 telah disetujui sebesar Rp45,6 triliun. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh jajaran Komisi V DPR yang telah bersama-sama membahas  alokasi anggaran dalam rapat kerja dan rapat dengan pendapat dengan kami," pungkas Budi.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id