comscore

Menko Airlangga: Surplus Neraca Perdagangan Dorong Resiliensi Sektor Eksternal

Eko Nordiansyah - 16 Juni 2022 10:37 WIB
Menko Airlangga: Surplus Neraca Perdagangan Dorong Resiliensi Sektor Eksternal
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto - - Foto: dok Kemenko Perekonomian.
Jakarta: Berbagai tantangan global yang kian masif tidak menyurutkan rentetan kinerja impresif pada berbagai indikator sektor eksternal Indonesia. Performa positif tersebut salah satunya dibuktikan dengan nilai neraca perdagangan yang melanjutkan tren surplus pada Mei 2022 mencapai USD2,89 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, surplus neraca perdagangan ini menjadi pendorong bagi ketahanan eksternal dari tantangan global. Apalagi tren surplus ini telah dialami sejak Mei 2020 atau selama 25 bulan secara berturut-turut.
"Kinerja neraca perdagangan yang kembali mencatatkan nilai surplus perlu disyukuri. Ini menjadi modal dan amunisi yang ampuh dalam menopang ketahanan sektor eksternal di tengah pemulihan ekonomi yang masih berlangsung," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 16 Juni 2022.

Pemerintah juga mendorong ekspansi pasar ekspor ke berbagai negara. Pada Mei 2022, negara tujuan ekspor Indonesia yang terbesar adalah Tiongkok sebesar USD4,59 miliar atau 22,95 persen dari total ekspor, diikuti India USD2,26 miliar atau 11,27 persen, dan Amerika Serikat USD2,05 miliar atau 10,26 persen.

"Jalinan kerja sama bilateral maupun multilateral akan terus diperkuat pemerintah untuk memperluas akses pasar produk-produk berkualitas hasil karya anak negeri. Termasuk Forum G20 dan berbagai forum kerja sama internasional lainnya akan menjadi media yang terus dioptimalkan untuk mencapai tujuan tersebut," ungkapnya.

Surplus neraca perdagangan yang terus terjaga tentunya didukung kinerja ekspor yang pada Mei 2022 mencapai USD21,51 miliar atau tumbuh 27,00 persen (yoy). Bahkan nilai ekspor Indonesia secara kumulatif selama periode Januari hingga Mei 2022 telah mencapai USD114,97 miliar.

"Untuk memacu nilai tambah ekspor, akselerasi program hilirisasi komoditas unggulan akan terus dipercepat. Program ini nantinya tidak hanya akan mendorong output nasional namun juga akan menyerap tenaga kerja sebesar-besarnya," ujar dia.

Sementara impor pada Mei 2022 tercatat sebesar USD18,61 miliar atau meningkat 30,74 persen (yoy). Sokongan utama impor berasal dari kelompok bahan baku/penolong dengan porsi 78,77 persen dari total impor, disusul barang modal 13,09 persen, dan barang konsumsi 8,14 persen.

"Kondisi ini menunjukkan geliat produksi nasional semakin bertumbuh sehingga membutuhkan input bahan baku lebih besar," pungkasnya.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id