Sri Mulyani Kesal Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi di Daerah Masih Minim

    Eko Nordiansyah - 22 Oktober 2020 18:24 WIB
    Sri Mulyani Kesal Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi di Daerah Masih Minim
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: AFP
    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kesal dengan realisasi belanja pemerintah daerah untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang masih minim. Padahal realisasi belanja ini dibutuhkan untuk menjadi pendorong ekonomi.

    Sri Mulyani mencontohkan anggaran untuk bidang kesehatan baru dibelanjakan Rp13,3 triliun sampai akhir September 2020 dari pagu Rp30,4 triliun. Padahal, ia menilai belanja kesehatan di daerah ini seharusnya bisa membantu masyarakat.

    "Untuk jaring pengaman sosial daerah, dari anggaran Rp22,8 triliun baru Rp11,7 triliun atau 51 persen. Masih ada tiga bulan lagi, berarti 49 persen seharusnya bisa sangat membantu masyarakat di daerah," kata dia dalam Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2020 di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2020.

    Sementara itu, anggaran untuk dukungan ekonomi masyarakat juga masih rendah. Realisasinya baru dibelanjakan sekitar Rp2,6 triliun atau 13,7 persen dari Rp19,24 triliun yang ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    "Ini menandakan bahwa banyak sekali halangan atau kendala di sisi non anggaran yang perlu kita atasi bersama, sehingga dunia usaha dan masyarakat bisa segera mendapatkan manfaat dari design APBN dan APBD yang memang juga mengalami shock sangat besar pada tahun 2020 ini akibat covid. Namun sudah kita masukan dalam struktur yang baru dan akan segera bisa diakselerasi untuk pelaksanaannya," jelas dia.

    Menurut data Kementerian Keuangan, realisasi belanja APBD hingga 30 September 2020 adalah Rp575,45 triliun atau secara persentase sebesar 53,3 persen. Belanja terdiri dari belanja pegawai Rp256,78 triliun, belanja barang jasa Rp126,17 triliun, belanja modal Rp48,89 triliun, dan belanja lainnya Rp143,61 triliun.

    Sementara itu, realisasi pendapatan mencapai Rp722,19 triliun atau secara persentase sebesar 68,2 persen. Pendapatan terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp162,64 triliun, transfer daerah dan dana desa Rp523,46 triliun, dan pendapatan lainnya Rp36,08 triliun.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id