Sah, Pemerintah Luncurkan ORI018 dengan Kupon 5,7%

    Eko Nordiansyah - 01 Oktober 2020 10:12 WIB
    Sah, Pemerintah Luncurkan ORI018 dengan Kupon 5,7%
    Gedung Kementerian Keuangan. FOTO: Setkab
    Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi meluncurkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI018 secara online (e-SBN). Tingkat kupon yang ditawarkan untuk ORI018 adalah kupon tetap sebesar 5,7 persen per tahun.

    Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan instrumen investasi ini dijamin aman karena diterbitkan oleh pemerintah. Di samping itu, masyarakat lebih mudah membeli ORI018 karena online.

    "Ini sudah bisa dibeli online, e-SBN, anytime, anywhere. Tentu dalam masa penawaran. Dulu kalau beli harus datang ke bank sebagai agen penjual, dan beberapa bank hanya di kota besar, sekarang dimudahkan dengan online," kata dia, dalam launching Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI018 secara virtual di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020.

    Ia menambahkan kupon yang ditawarkan dalam ORI018 cukup menarik karena bersifat tetap dengan pemesanan mulai dari Rp1 juta sampai maksimal Rp3 miliar. Masa penawaran akan dilakukan pada 1 Oktober 2020 pukul 09.00 WIB sampai dengan 21 Oktober 2020 pukul 10.00 WIB

    "Terakhir, fitur ORI018 karena instrumen pemerintah ini untuk membiayai APBN. Investor tidak hanya investasi tapi juga membangun negeri, karena hasilnya untuk membiayai APBN. Ini keunggulan yang tidak dimiliki instrumen lain, bagaimana investasi sekaligus membangun negeri, menangani covid-19 dan membangun perekonomian akibat pandemi," jelas dia.
     
    Proses pemesanan pembelian ORI018 secara online dilakukan melalui empat tahap yaitu registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran dan setelmen/konfirmasi. Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan 26 Mitra Distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.

    Mitra distribusi dari bank umum PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Permata Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BNI), dan PT Bank Maybank Indonesia (Tbk).

    Kemudian PT Bank CIMB Niaga (Tbk), PT Bank OCBC NISP (Tbk), PT Bank Panin Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank UOB Indonesia, PT Bank Commonwealth, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, dan PT Bank Victoria International Tbk.

    Selanjutnya ada perusahaan efek PT Trimegah Sekuritas Tbk, PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. Kemudian, perusahaan efek khusus PT Bareksa Portal Investasi, PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), dan PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee).

    Lalu perusahaan fintech peer to peer lending PT Investree Radhika Jaya (Investree), PT Mitrausaha Indonesia Group (Modalku), dan PT Lunaria Annua Teknologi (Koinworks). 

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id