Sri Mulyani Ungkap Peran APBN untuk Stabilisasi Ekonomi di Masa Resesi

    Eko Nordiansyah - 27 Oktober 2020 15:18 WIB
    Sri Mulyani Ungkap Peran APBN untuk Stabilisasi Ekonomi di Masa Resesi
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati . Foto : AFP.
    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menstabilisasi perekonomian. Terlebih saat ini ekonomi tengah dihadapkan pada ancaman resesi akibat pandemi covid-19.

    Sri Mulyani menjelaskan saat ini APBN memiliki tiga fungsi, yaitu alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Pada saat perekonomian tengah mengalami penurunan seperti sekarang ini, maka APBN dibutuhkan untuk menyeimbangkan kondisi yang ada.

    "Kalau ekonominya lagi panas, lagi tumbuhnya tinggi kita mendinginkan. Kalau ekonominya lagi resesi seperti sekarang ini, maka APBN harus turun tangan untuk bisa memulihkan kembali," kata dia dalam Olimpiade APBN 2020 tingkat SMA di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2020.

    Adapun dalam fungsi alokasi, APBN digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan negara, termasuk transfer ke daerah. Tujuannya adalah agar daerah yang tertinggal dan memiliki keterbatasan fiskal dapat mengejar ketertinggalannya dibandingkan daerah lain.

    "Kalau sumber daya yang perlu untuk ditingkatkan kualitasnya, pemerintah bisa menggunakan APBN untuk membantu seperti sumber daya manusia, pendidikan, vokasi, kesehatan. Jadi alokasi itu adalah untuk memperbaiki kinerja dari sumber daya yang ada di dalam ekonomi kita," jelas dia.

    Ia menambahkan, keterlibatan para pelajar dan mahasiswa dalam Olimpiade APBN 2020 ini diharapkan membuka pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan uang negara. Dengan begitu, diharapkan mereka bisa memiliki kepedulian.

    Pada masa pandemi covid-19 ini, Sri Mulyani mengungkapkan kebutuhan belanja negara meningkat sementara penerimaan mengalami tekanan. Kondisi ini tentu mengakibatkan terjadinya peningkatan utang pemerintah, yang sering menjadi sorotan masyarakat.

    "Ternyata konsekuensi dari pengurus keuangan negara itu seperti ini tidak hanya melihat dari sisi manfaatnya, tapi lihat juga dari mana dananya berasal. Bagaimana mempertanggungjawabkannya dan bagaimana kita harus membuat agar APBN itu terus-menerus menjadi sehat dan akuntabel serta dikelola secara transparan profesional dan dengan integritas yang tinggi," pungkasnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id