Siapkan Generasi Emas via LPDP Demi Pimpin Ekonomi Dunia 2045

    Suci Sedya Utami - 30 Juli 2015 12:23 WIB
    Siapkan Generasi Emas via LPDP Demi Pimpin Ekonomi Dunia 2045
    Menkeu Bambang Brodjonegoro -- FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami



    medcom.id, Jakarta: Menteri Keuangan RI (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan selama 67 tahun merdeka, Indonesia telah menjadi kekuatan ekonomi ke 16 di dunia berdasarkan gross domestic product (GDP). Adapun pada 2030, status Indonesia akan meningkat posisinya ke nomor 7.

    "2045 Indonesia akan menjadi peradaban maju dan memimpin masyarakat dunia," kata Bambang, dalam acara sosialisai program LPDP dengan tema Kontribusi Kemenkeu dalam Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan Melalui LPDP, di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2015).

    Saat ini, Indonesia masih menjadi negara berpendapatan menengah atau lower middle income country, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi  tercepat kedua dari 2009-2015. Bambang mengatakan, untuk bisa menjadi pemimpin dunia, Indonesia sebetulnya memiliki modal yang sangat berharga  pada tahun itu yakni momentum jumlah penduduk usia produktif yang hanya terjadi sekali bagi Indonesia. Serta dengan memanfaatkan bonus demografi.

    Bambang menilai, dengan banyaknya usia produktif sesungguhnya itu menjadi tantangan bagi Indonesia untuk menyiapkan pendidikan bagi generasi mendatang agar nanti memiliki pengetahuan dan keterampilan tinggi sehingga mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif.

    "SDM berkualitas merupakan kunci pencapaian ekonomi yang lebih tinggi. Program beasiswa merupakan salah satu program pemerintah. Diharapkan generasi emas di 2045 bisa diwujudkan. Maka dari itu amanat konstitudi mengamanatkan 20 persen dana APBN diperuntukkan bagi pendidikan," ujar dia.

    Saat ini, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memiliki dana abadi sebesar Rp15,6 triliun dari APBN sepanjang 2010-2013. Menurut Bambang dana ini harus dijaga keberlangsungannya. Hingga semester I-2015 ada 6.635 orang penerima beasiswa LPDP terbagi di antaranya S2 4.543 orang, S3 872 orang  S3 596 orang penyelesaian tesis, 573 orang disertasi dan  45 program profesi terutama spesialis kedokteran. 15 riset pangan, 16 riset energi, sembilan tata kelola, dan lima soal pertumbuhan ekonomi.

    Bambang menambahkann, rasio pendidikan strata dua (S2) dari 2.300 per satu juta penduduk bertambah menjadi 16.00 per satu juta penduduk. Sementara S3 dari 143 per satu juta penduduk menjadi 1.400 per satu juta penduduk pada 2015. Dengan cara ini Perguruan Tinggi di Indonesia akan berkembang pesat. Pada akhirnya diharapkan pada 2045, 75 persen penduduk kuliah di Perguruan Tinggi.(AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id