Tunda Kenaikan Cukai Rokok, Pemerintah Diminta Melindungi Sektor Tembakau

    Eko Nordiansyah - 17 September 2021 18:57 WIB
    Tunda Kenaikan Cukai Rokok, Pemerintah Diminta Melindungi Sektor Tembakau
    Ilustrasi petani tembakau. Foto: dok MI/Bagus Suryo.



    Jakarta: Kebijakan cukai di Indonesia dinilai masih belum adil dalam melindungi rakyat kecil, khususnya buruh rokok dan petani. Kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang tinggi hampir setiap tahun telah merugikan para pemangku kepentingan di industri hasil tembakau (IHT), termasuk petani tembakau dan cengkih serta pekerja pabrik rokok.

    Peneliti senior Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Suhardi Suryadi mengatakan, kebijakan menaikkan tarif CHT sangat menekan petani tembakau. Suhardi juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih adil dalam melindungi sektor pertembakauan yang melibatkan banyak masyarakat.

     



    "Kebijakan pemerintah perlu dievaluasi lagi. Apakah memang kebijakan untuk menaikkan tarif cukai itu efektif dan produktif? Ternyata tidak selalu efektif," kata dia dalam webinar, Jumat, 17 September 2021.

    Dosen Departemen Sosiologi FISIP Universitas Gadjah Mada (UGM) AB Widyanta menyebut, pemerintah seharusnya terlebih dahulu memperbaiki kesejahteraan petani tembakau serta tata niaganya sebelum menaikkan tarif CHT. Apalagi dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, banyak orang yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

    "Soal rencana kenaikan cukai rokok, hal ini harus dihentikan terlebih dahulu karena pandemi sudah PHK banyak orang. Perlu dihitung juga berapa dampak dari kenaikan cukai. Pemerintah perlu punya sense of crisis, karena ini memengaruhi kehidupan banyak orang. Makanya perlu dihitung kembali dan ditunda lebih dahulu," ungkapnya.

    Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena juga menyuarakan kekhawatiran para pemangku kepentingan IHT. Ia meminta agar pemerintah jangan menaikkan tarif CHT tahun depan. Ia mengungkapkan, kenaikan cukai harus dibahas secara komprehensif melibatkan berbagai sudut pandang.

    "CHT 2022 jangan dinaikkan dulu, harus dikaji lebih cermat. Pemerintah juga dari Kemenkes, Kemenkeu, dan Kemnaker harus betul-betul duduk bersama untuk membahas formula yang tepat. Jangan sampai ada sektor yang dikorbankan. Tentunya kita ingin kesehatan tetap jadi prioritas utama," ujar dia.

    Melkiades menambahkan, berdasarkan laporan serikat buruh telah terjadi pengurangan tenaga kerja di IHT dalam jumlah yang cukup besar. Dengan kondisi seperti ini, ia meminta kepada pemerintah untuk menunda rencana kenaikan tarif CHT, sehingga tidak menambah jumlah pengangguran semakin tinggi.

    "Perlu kita pahami bahwa saat ini untuk tenaga kerja yang juga sangat bergantung dari tembakau. Ratusan ribu ter-PHK atau diberhentikan karena kenaikan cukai tembakau. Itu harus menjadi perhatian, jika menaikkan cukai tapi membuat para buruh menderita itu pemerintah harus kaji benar kebijakan cukai," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id