Omnibus Law Perlu Menjamin Kualitas Investasi

    Ilham wibowo - 06 Februari 2020 17:13 WIB
    <i>Omnibus Law</i> Perlu Menjamin Kualitas Investasi
    Ilustrasi: Medcom.id/Rakhmat Riyandi
    Jakarta: Peneliti Indef Andry Satrio Nugroho menilai implementasi omnibus law perlu menjamin masuknya investasi berkualitas dan prioritas. Penanaman modal mesti mengalir ke industri manufaktur agar menyerap tenaga kerja.

    "Fokus terhadap industri manufaktur ini investasi harus diarahkan ke sektor tersebut. Omnibus law jika menerka gambaran seperti saat ini mengkhawatirkan, bisa saja inevestasi masuk tanpa difilter," kata Andry dalam sebuah diskusi di Rantang Ibu ITS Office Tower, Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020.

    Investor dinilai enggan berinvestasi di sektor manufaktur. Hal ini dapat dilihat dari realisasi investasi yang didominasi oleh sektor tersier ketimbang  sekunder atau primer. Pada 2019, pertumbuhan industri manufaktur hanya tumbuh sebesar 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya 4,27 persen.

    "Alhasil ini berdampak pada penyerapan tenaga kerja berbasis investasi yang juga makin rendah tiap tahunnya," paparnya.

    Selain itu, insentif fiskal yang diberikan tak melihat kebutuhan industri melainkan berpatokan pada pengurangan dan libur pajak. Langkah tersebut kurang diminati dan justru menambah daftar insentif yang tidak tepat sasaran.

    "Beberapa industri bahkan tidak membutuhkan insentif fiskal melainkan faktor-faktor produksi yang efisien seperti harga energi yang kompetitif dan ketersediaan bahan baku," pungkas dia.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id