comscore

Kenaikan Cukai Rokok Dikhawatirkan Ganggu Pemulihan Ekonomi

Husen Miftahudin - 28 Januari 2022 20:32 WIB
Kenaikan Cukai Rokok Dikhawatirkan Ganggu Pemulihan Ekonomi
Ilustrasi. Foto: MI/Bagus Suryo
Jakarta: Kenaikan cukai rokok sebesar 12,5 persen pada tahun ini dikhawatirkan akan mengganggu pemulihan ekonomi nasional. Pasalnya, di tengah pandemi covid-19, kenaikan cukai rokok ini akan menjadikan petani dan para pelaku industri hasil tembakau juga ikut mengalami kesulitan ekonomi.

"Pemerintah pun mengalami kesulitan ekonomi karena dana dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) sebagian dihabiskan untuk penanganan covid-19," ucap Ketua Koalisi Tembakau Bambang Elf dalam siaran persnya, Jumat, 28 Januari 2022.

 



Menurutnya, pemerintah bisa memaksimalkan proses pemulihan ekonomi akibat meluasnya dampak pandemi covid-19. Di sisi lain, akibat kenaikan cukai rokok tersebut, berdampak negatif terhadap sektor ketenagakerjaan, terutama di sektor Industri Hasil Tembakau (IHT).

"Dari sisi buruh atau ketenagakerjaan, kenaikan cukai rokok yang sangat besar ini berpotensi akan jadi masalah dengan kemungkinan pemutusan hubungan kerja atau PHK oleh pihak produsen IHT karena pengaruh berkurangnya volume penjualan," tuturnya.

Di samping itu kenaikan cukai rokok dinilai tidak akan menurunkan prevalensi masyarakat merokok, tapi justru menutup kesempatan kerja di industri rokok karena banyak pabrik rokok yang akan mengurangi tenaga kerja. Sekaligus menyuburkan rokok ilegal dan merugikan pemerintah sendiri.

"Konsumsi rokok saat ini faktanya memang meningkat akan tetapi hal tersebut juga didorong oleh semakin maraknya peredaran rokok ilegal. Hal tersebut diakibatkan oleh peralihan para perokok dari rokok bermerek kepada rokok ilegal dan tingwe atau tembakau lintingan yang harganya jauh lebih ekonomis," urai dia.

Bambang mengaku telah mengusulkan kepada pemerintah untuk menurunkan cukai rokok, karena diyakini dapat mengurangi produksi rokok ilegal. Jika cukai rokok turun, maka pemasukan negara dari cukai rokok akan mengalami peningkatan.

"Nyatanya pemerintah lebih memilih menaikkan cukai rokok yang berakibat menaikan jumlah rokok ilegal di pasaran dalam negeri yang jelas-jelas merugikan negara," pungkas Bambang.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id