Airlangga: Perlu Kontribusi Riset Sosial di Masa Pandemi Covid-19

    Angga Bratadharma - 30 Juli 2021 11:02 WIB
    Airlangga: Perlu Kontribusi Riset Sosial di Masa Pandemi Covid-19
    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: dok Universitas Moestopo



    Jakarta: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus menjaga daya beli masyarakat dengan berbagai kebijakan di tengah pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Tak hanya itu, peran riset sosial sangat diperlukan guna mengatasi pandemi covid-19.

    Ia menambahkan di dalam masa pandemi ini riset sosial ekonomi diperlukan guna membantu pemerintah memahami perilaku dan seluruh aktor dalam perekonomian yang terdisrupsi akibat adanya pandemi covid-19. Dengan berbagai riset dan inovasi pemerintah pun terus merumuskan kebijakan yang berbasis pada riset base policy.

     



    "Sehingga penerapannya akan lebih baik," ungkap Airlangga Hartarto, saat menyampaikan keynote speaker dalam 'Konferensi Nasional Konsorsium Publikasi Bidang Ilmu Sosial', dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 30 Juli 2021.

    Ilmu sosial, menurut Airlangga, mempunyai peran yang penting dalam menunjukkan dokumen dan memberikan rekomendasi tentang bagaimana masyarakat merespons dan mengatasi pandemi. Selama ini banyak pihak melihat dalam merespons pandemi ditekankan pada pendekatan medis yang melihat pembatasan gerak masyarakat sebagai salah satu alat utama.

    Di sisi lain, pelaku ekonomi melihat pendekatan ekonomi yang tentunya mempunyai fokus untuk menghindari agar masyarakat kehilangan penghasilan. Artinya keseimbangan antara penanganan covid untuk kesehatan dan juga kesempatan masyarakat mendapatkan penghasilan.

    "Nah ini hal-hal sifatnya tidak ada yang pasti, namun tentu ini perlu dilihat sebagai kebijakan yang perlu diambil secara seimbang," ungkapnya.

    Perilaku manusia, tambahnya, seringkali bertentangan dengan standar dan modeling ilmu pasti yang rasional. Sebagai contoh terjadi panic buying, terutama memborong tisu saat terjadi lockdown awal di berbagai negara di luar negeri. Karenanya, pemulihan ekonomi di Indonesia akan terus diakselerasi dengan memanfaatkan hasil riset dan inovasi termasuk riset sosial.

    "Di sini lah ilmu sosial penting untuk memberi alasan yang tepat dan agar mencegah masyarakat tidak panik untuk menghadapi situasi krisis yang tidak pernah terjadi ini," tuturnya dalam acara yang diinisiasi oleh Konsorsium Publikasi Ilmiah Bidang Ilmu Sosial dengan Universitas Moestopo sebagai salah satu co-host.

    Sementara itu, Rektor Universitas Moestopo Rudy Hardjanto mengatakan, situasi pandemi menjadi momentum memperkuat memperkuat solidaritas, konektivitas, dan kreativitas. Pandemi saat ini, tambah Rudy, adalah perang dan umat manusia semua harus bersatu dalam tujuan yang sama untuk mengalahkan covid-19.

    "Covid-19 menjadi musuh bersama bagi semua umat manusia. Tidak seperti pergolakan masa lalu yang melibatkan konflik antar manusia di kedua sisi yang bermusuhan, sekarang umat manusia melawan virus," pungkas Rudy.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id