Rencana Pajak Sembako, Asas Keadilan Pemerintah Dipertanyakan

    Eko Nordiansyah - 16 Juni 2021 20:46 WIB
    Rencana Pajak Sembako, Asas Keadilan Pemerintah Dipertanyakan
    Ilustrasi barang kebutuhan pokok yang dijual di ritel modern - - Foto: MI/ Rommy Pujianto



    Jakarta: Rencana pemerintah mengubah ketentuan terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN) khususnya mengenai barang kebutuhan pokok menuai kritik. Pasalnya, pemerintah beralasan  bahwa penerapan ketentuan pajak ini untuk memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

    "Jadi asas keadilan yang mana kalau sembako saja kena objek pajak. Karena dalam kondisi normal saja, kenapa itu dikecualikan karena ini memang mempunyai dampak luar biasa," kata peneliti Indef Enny Sri Hartati dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021.

     



    Ia menambahkan dampak yang ditimbulkan dari rencana pengenaan pajak sembako tidak hanya memengaruhi daya beli masyarakat. Namun juga berdampak terhadap inflasi serta pengaruhnya kepada minat investasi di dalam negeri.

    "Dampak terhadap minat investasi, kenapa? Karena investasi di Indonesia ini kan domestic market oriented jadi kalau daya beli menurun, otomatis nggak akan mampu menggairahkan investasi," ungkapnya.

    Enny menyebut seharusnya rencana perubahan UU KUP bisa mencerminkan arah dan framework kebijakan ke depan. Apabila ingin menonjolkan keadilan sosial, seharusnya hal itu yang terlihat dalam draf revisi UU KUP yang sebelumnya tersebar.

    "Jadi keadilan sosial ini tercermin dimana? Apakah tercermin dari perubahan sistem perpajakan, perubahan struktur perpajakan, skema perpajakan? Ini yang harusnya ada di rencana revisi UU KUP," pungkas dia. 


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id