comscore

Direksi Bank Sentral Harus Paham Ekonomi Global

27 Maret 2018 19:33 WIB
Direksi Bank Sentral Harus Paham Ekonomi Global
Ilustrasi Bank Indonesia. (FOTO: ANTARA/Rosa Panggabean)
Jakarta: Sosok siapa pun yang akan menjadi bagian dari direksi bank sentral di Republik Indonesia harus benar-benar memahami kondisi ekonomi global dan mengambil langkah yang tepat guna mengantisipasi fluktuasi yang ada.

"Kita hidup di dunia sehingga mereka (pemimpin Bank Indonesia) harus mau berkomplementer dengan pemerintahan demi pemenuhan keseimbangan fiskal," kata Ketua Komisi XI DPR Melchias Marcus Mekeng di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 27 Maret 2018.
Untuk itu, ujar dia, sangat esensial baik bagi gubernur maupun deputi gubernur BI yang nantinya akan dipilih oleh anggota dewan juga memahami perekonomian dunia baik secara makro maupun regional.

Politikus Partai Golkar itu juga mengingatkan pentingnya memahami kebijakan ekonomi yang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo.

BI sebelumnya resmi ditetapkan sebagai anggota Komite Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan Global dari Bank for International Settlement (BIS) pada Pertemuan Ekonomi Global di Buenos Aires, Argentina.

BIS merupakan organisasi keuangan internasional yang bertugas mencapai stabilitas moneter dan keuangan, mendorong kerja sama internasional, dan merupakan bank bagi para bank sentral.

Sedangkan Komite Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan Global atau Committee on Payments and Market Infrastructures (CPMI) merupakan komite di BIS yang berperan menetapkan standar internasional untuk mempromosikan, memantau dan membuat rekomendasi terkait keamanan dan efisiensi sistem pembayaran dan infrastruktur pasar keuangan.

Kondisi perekonomian global pada saat ini yang berdampak kepada koreksi pasar saham di berbagai lokasi merupakan waktu yang tepat bagi investor untuk menyesuaikan portofolio investasi mereka di pasar saham dan obligasi.

"Dengan koreksi pasar yang terjadi saat ini lebih disebabkan faktor sentimen daripada fundamental yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan, kondisi ini memberikan momentum bagi para investor khususnya bagi para calon investor di kelas aset ekuitas, saat ini adalah waktu yang paling rasional bagi investor untuk mulai menyesuaikan portofolio investasi mereka di pasar saham dan obligasi berdasarkan profil risiko mereka di 2018," kata Head of Wealth Management & Retail Digital Business Bank Commonwealth, Ivan Jaya.

Ia juga mengemukakan bahwa koreksi pasar yang terjadi dalam beberapa hari terakhir yang semakin diperdalam akibat respons pasar atas kebijakan pemerintah Indonesia meningkatkan subsidi memberikan kesempatan bagi para investor untuk mengevaluasi kembali portofolio investasi.

"Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan subsidi merupakan langkah yang cukup bijak mengingat konsumsi dalam negeri saat ini belum sepenuhnya pulih terbukti dengan rilis angka pertumbuhan konsumsi rumah tangga di 2017 yang hanya naik 4,95 persen year-on-year," paparnya.

 

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id