Peringkat Daya Saing RI Naik di Tengah Dinamika Ekonomi Global

    Eko Nordiansyah - 31 Mei 2019 19:20 WIB
    Peringkat Daya Saing RI Naik di Tengah Dinamika Ekonomi Global
    Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
    Jakarta: Pemerintah mengaku peningkatan peringkat daya saing Indonesia merupakan pencapaian yang baik. Sinergi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terutama dunia usaha menjadi kunci untuk meningkatkan kinerja investasi dan daya saing yang lebih baik lagi.

    Peringkat Indonesia naik 11 poin dari sebelumnya di posisi 43 pada tahun 2018 menjadi 32 di 2019. Perbaikan efisiensi pemerintah dan bisnis serta pembangunan infrastruktur merupakan faktor yang berkontribusi dalam kemajuan daya saing Indonesia.

    "Kita harus tetap semangat di tengah dinamika ekonomi global saat ini," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Mei 2019.

    Kenaikan peringkat Indonesia tertuang dalam International Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Ranking 2019 yang diterbitkan pada 28 Mei 2019 lalu. IMD adalah sekolah bisnis independen berpusat di Swiss yang telah menerbitkan laporan ranking tahunan ini sejak 1989.

    Baca juga: BI: Kenaikan Peringkat Buktikan Kepercayaan terhadap Ekonomi RI

    Laporan tersebut menyampaikan bahwa terjadi perubahan susunan lima negara berdaya saing tertinggi. Singapura yang pada 2018 berada di peringkat ketiga menjadi peringkat pertama di 2019, menggeser Amerika Serikat. Sedangkan Hong Kong tetap berada di posisi kedua, diikuti Amerika Serikat pada peringkat ketiga. Uni Emirat Arab untuk pertama kalinya masuk dalam kelompok lima besar.

    Daya saing Jepang terpantau turun lima peringkat dari posisi ke 25 pada tahun lalu menjadi posisi 30 pada 2019 ini. Penurunan itu disebabkan merosotnya kondisi ekonomi, kondisi utang pemerintah, dan melemahnya iklim usaha.

    IMD World Competitiveness Center menilai 63 negara dengan lebih dari 230 indikator yang dikelompokkan ke dalam empat pilar yaitu kinerja kkonomi, termasuk perdagangan dan investasi internasional. Kedua, efisiensi pemerintah, termasuk kedisiplinan pemerintah dalam anggaran, kepatuhan hukum, dan peningkatan inklusivitas institusi.

    Baca juga: Peringkat Utang Indonesia Naik ke Level BBB

    Ketiga, efisiensi bisnis, termasuk produktivitas dan efisiensi sektor swasta dan kemudahan akses finansial. Keempat, infrastruktur, termasuk infrastruktur sains, kesehatan, dan lingkungan serta pendidikan.

    "Perbaikan daya saing Indonesia didukung oleh kenaikan peringkat yang terjadi pada keempat faktor tersebut," jelas dia.

    Pada Oktober 2019 juga akan terbit peringkat daya saing negara oleh World Economic Forum. Indonesia saat ini berada di peringkat 45 dari 140 negara dalam publikasi Global Competitiveness Report 2018-2019.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id