Gaet Turis Asing, Batas PPn Turis Asing Diturunkan

    Media Indonesia - 27 September 2019 12:34 WIB
    Gaet Turis Asing, Batas PPn Turis Asing Diturunkan
    Ilustrasi. FOTO: MI/Panca Syurkani.
    Jakarta: Pemerintah mulai memberlakukan skema baru value added tax (VAT) refund atau pengembalian pajak pertambahan nilai (PPN) bagi turis asing per 1 Oktober 2019. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan turis mancanegara ke Tanah Air.

    Dalam skema baru ini, wisatawan asing yang membeli barang kena pajak di Indonesia dapat mengumpulkan struk barang belanjaan dengan nilai minimal Rp500 ribu per struk dari berbagai toko ritel. Setelah mencapai total Rp5 juta, mereka dapat mengajukan klaim pengembalian PPN.

    Permintaan pengembalian PPN dapat dilakukan di konter VAT refund yang terletak di area sebelum konter check-in di beberapa bandara, yaitu Soekarno-Hatta, Banten, Ngurah Rai, Bali, Adisutjipto, Yogyakarta, Juanda, Surabaya, dan Kualanamu, Medan.

    Mereka cukup memberikan struk belanjaan tersebut lalu menunjukkan paspor dan boarding pass ke luar negeri.

    "Dengan berlakunya skema baru ini pemerintah berharap akan semakin mendorong sektor pariwisata dan meningkatkan aktivitas ekonomi di sektor ritel," ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Hestu Yoga Saksama di Jakarta, Kamis, 26 September 2019.

    Sebelumnya turis asing hanya bisa mengklaim VAT refund jika mereka belanja sebesar Rp5 juta sekaligus dalam satu struk. Hal tersebut dinilai tidak menarik sehingga para wisatawan mancanegara malah tidak memaksimalkan belanja mereka.

    Pemerintah juga berharap dengan dilonggarkannya ketentuan minimal belanja menjadi Rp500 ribu per struk dan dapat diakumulasikan, banyak pengusaha ritel dan pelaku UMKM yang ikut mendaftar sebagai peserta program VAT refund.

    Saat ini program VAT refund telah diikuti 55 pengusaha ritel dengan 600 lebih toko yang tersebar di seluruh Indonesia.

    Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, hingga Agustus 2019, jumlah permohonan VAT refund mencapai sekitar 4.000 klaim dengan nilai lebih dari Rp7,8 miliar.

    Adapun jumlah klaim pada 2018 mencapai Rp11,2 miliar dengan indikasi belanja sebesar Rp112 miliar.

    Terlalu Tinggi

    Pengembalian pajak sebesar 10 persen atas transaksi belanja minimal Rp5 juta itu diberlakukan sejak 2010. Namun, para peritel dan pelaku usaha menilai VAT refund itu kelewat tinggi dan tidak sejalan dengan misi untuk menggenjot wisatawan mancanegara. Akibatnya, banyak turis asing tidak berminat belanja di Indonesia.

    "Orang ke Indonesia paling jalan-jalan saja, lihat alam. Kalau belanja, nanti dulu deh, mending ke Singapura atau Bangkok. Jadinya kita ketinggalan peluang," kata Managing Director PT Panen Lestari Internusa Handaka Santosa, beberapa waktu lalu.

    Di Singapura, jelas Handaka, turis asing bisa mengklaim VAT refund dengan berbelanja minimal 100 dolar Singapura (sekitar Rp1 juta), di Inggris 50 poundsterling (sekitar Rp900 ribu), dan di Jepang sebesar 5.000 yen (sekitar Rp650 ribu).

    "VAT refund-nya bahkan ada yang di kasir. Mudah sekali," katanya.

    Handaka berharap usaha pemerintah menggenjot sektor pariwisata dilakukan dengan konsep yang menyatu dan saling mendukung. Selain itu, fasilitas VAT refund juga dinilai masih terbatas karena hanya diterapkan di lima bandara tersebut.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id